Jumat, 09 Desember 2016

Jumat dalam Pekan Adven II, 9 Desember 2016


Yes 48: 17-19  +  Mzm 1  +  Mat 17: 10-13

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari bersabdalah Yesus: 'dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari bersabdalah Yesus: 'dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini?'. Angkatan yang mana yang dimaksudkan Yesus? Angkatan atau orang-orang sejamanNya tentunya. 'Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:  kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung'. Kenapa Yesus berkata demikian?  'Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Yesus berkata semacam itu, karena memang orang-orang sejamanNya tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain, terlebih oleh kedua utusan Tuhan Allah. Mereka berkata-kata tentang Yohanes seturut menurut gambaran dan daya tangkap mereka sendiri. Mereka tidak mau mengenal orang lain berdasarkan peristiwa yang ada. Mereka menilai aneka peristiwa, bukan berdasarkan kenyataan yang ada, melainkan perkiraan dan kemauan mereka sendiri; terlebih dalam pengenalan mereka juga terhadap anak Manusia.

Apakah memang benar perkataan dan perkiraan mereka? Tentu salah. Sabda dan kehendak Tuhan bukanlah bergantung pada kemauan umat manusia. 'Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'. Kalaupun mereka berkata-kata seperti itu, Allah tidak berhenti. Anak manusia tidak akan berhenti untuk menyapa orang-orang berdosa, karena memang Dia datang untuk menyelamatkan umat manusia. Kemauan Allah agar semua orang kembali kepadaNya, agar semua orang beroleh selamat, dikonkritkan dengan menyapa dan memanggil setiap orang untuk bertobat, terlebih mereka kaum berdosa yang memang telah jauh dari kasihNya.

Kita bukanlah seperti orang-orang sejaman Yesus. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. 'Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku' (Yes 48). Kiranya peringatan Tuhan sendiri ini menjadi peneguhan bagi kita untuk semakin hari semakin setia kepadaNya. Hanya dengan percaya kepadaNya kita memperoleh rahmat dan kasih daripadaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, dampingi dan teguhkanlah kami agar tetap setia kepadaMu, ketika harus menghadapi tantangan dalam mewartakan kasihMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'.