Jumat Prapaskah I, 26 Februari 2010

Yeh 18: 21-28  +  Mzm 130  +  Mat 5: 20-26

 

Pernyataan Tuhan melalui nabi Yesaya hari sangat mendasar dalam hidup ini dan sekaligus menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada umatNya: "jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya". Inilah pertobatan.

Hal inilah yang dilakukan Yesus dalam hidupNya, Ia menjabarkan secara konkrit penyataan Allah tadi, Ia menghendaki agar semua orang beroleh selamat. Injil beberapa hari lalu menegaskan juga: 'Aku datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa, agar mereka bertobat'. Ia mencari orang agar mereka mendapatkan keselamatan.

Kemauan menjadi baik menjadi modal bagi setiap orang untuk beroleh selamat, berbalik dan kembali kepada Tuhan itu menyelamatkan orang,  karena memang segala perbuatan jahat yang pernah dilakukan tidak diperhitungkan lagi oleh Tuhan. SabdaNya: "apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikian firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?". Allah tidak main perhitungan dalam hidup ini!

Sebaliknya, "jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik -- apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya". Kembali, peraturan Tuhan tidak memperhitungkan kenyataan yang dahulu-dahulu; hari ini dan hari ini orang harus berkanjang  dalam kebaikan, dalam kebenaran! Dan itulah  yang harus dilakukan.

Orang tidak boleh berhenti berjuang dalam hidup. Orang yang sudah berbuat baik harus berusaha terus dan terus melakukannya dan bahkan mengembangkannya sehingga 'menghasilkan banyak buah'. Inilah kiranya yang ditegaskan Yesus dalam bacaan InjilNya hari ini; bagi 'orang benar', bertobat berarti semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin menjadi lebih baik dan lebih baik.  "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga".

Kehidupan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat itu dipandang public sebagai orang-orang 'yang baik dan benar'; dan para muridNya harus berusaha dan berusaha untuk lebih baik dari mereka, yakni seperti yang kita renungkan tadi bahwa setiap orang harus 'semakin menjadi lebih baik dan lebih baik, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan'. Kebaikan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat cenderung berhenti atau dihentikan oleh aturan-aturan hokum Taurat. Para murid Yesus tidak boleh seperti itu. Para muridNya harus berani berjuang dan berjuang untuk sempurna.

"Orang yang marah harus dihukum" harus semenjak awal menjadi kesadaran setiap orang, karena memang 'marah' adalah dosa awali yang dapat tumbuh dan berkembang. Dosa semacam itulah janganlah dan seharus tidak terjadi pada orang-orang yang percaya kepadaNya, orang-orang yang mengikutiNya. Akar-akar dosa semacam ini haruslah segera dicabut bagi orang-orang yang ingin sempurna.

Yesus, ingatkanlah kami selalu untuk berani terus bertobat dan bertobat; janganlah ada dalam diri kami perasaan bahwa sudah cukuplah usaha kami untuk menjadi baik dan kudus. Tuhan, ajarilah kami selalu untuk melakukan yang baik di hadapanMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening