Kamis Biasa V, 11 Februari 2010

1Raj 11: 4-13 + Mzm 106 + Mrk 7: 24-30

· "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing". Pernyataan simbolis yang diungkapkan Yesus ini sangat dimengerti baik oleh perempuan Siro-Fenesia itu. Ia seorang yang cerdas! Ia merasa ditolak oleh Yesus yang diminta supaya menyembuhkan anaknya, maka dengan cepat ia menjawab: "benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak".

· Suatu jawaban yang bermohon sungguh, padahal dia adalah seorang yang tidak beragama; ia percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya; malahan ia memanggilNya Tuhan. Permohonan yang sungguh-sungguh dan disertai kepercayaan yang kuat mendatangkan belaskasih Tuhan. "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu" jawab Yesus; dan anaknya memang sembuh.

· Kepercayaan memang mempunyai nilai yang amat tinggi harganya, mengundang belaskaih Tuhan. Tuhan mengubah urutan program penyelamatan karena sikap baik umat yang percaya kepadaNya.

· Kiranya kita yang sudah percaya kepada Yesus, kita perkuat iman kepercayaan kita, bukan untuk mendapatkan anugerah-anugerahnya atau supaya kita mendapatkan sesuatu, karena kita tengah memerlukan, namun hendaknya kita ingat akan anugerah luhur sebagai anak-anak Allah, putera-puteri Bapa di surge, yang akan mendapatkan jaminan keselamatan bersama Dia sang Empunya kehidupan. Proses pendalaman dan peneguhan iman kiranya terus kita lakukan, sebab tak jarang kemapanan hidup, bahkan anugerah-anugerah yang kita terima dari Tuhan membuat kita lupa daratan, lupa kepada Dia yang telah memberi. Pengalaman Salomo dalam bacaan pertama mengingatkan kita akan hal ini. "Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN".

· Kepercayaan mendatangkan kebahagiaan, sebaliknya ketidakpercayaan dan perlawanan akan kehendak Tuhan mendatangkan petaka. "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu".

· Namun kiranya pernyataan ini hendaknya juga menegaskan kepada kita bahwasannya aneka malapetaka bukanlah sebagai akibat dari ketidakpercayaan manusia kepada Tuhan, Khaliknya, melainkan tak jarang akibat ulah manusia sendiri yang kurang bersahabat dengan alam dan kecenderungan manusia yang mengatasi segala.

· Ya Tuhan Yesus, buatlah kami semakin percaya kepadaMu, tak mudah berputus-asa, bila doa kami tidak segera mendapatkan tanggapan daripadaMu. Sebagaimana perempuan Siro-Fenesia tadi yang berani meminta dan meminta karena percaya kepadaMu, demikianlah perkuatkanlah iman kami kepadaMu, terlebih saudara-saudari kami yang sakit, semoga mereka Engkau beri kesembuhan dan penghiburan dalam memanggul salib kehidupan mereka, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening