KARMEL AWAM – 1

Karmel Awam adalah sekelompok umat beriman yang ada di beberapa paroki; mereka sebagai kelompok kategorial dalam sebuah paroki. Acara mereka secara rutin mengadakan pertemuan doa dua kali sebulan; prakteknya di paroki satu berbeda dengan lainnya, ada yang mengadakan pertemuan di ruang paroki, ada yang mengadakan pertemuan rutin di komunitas susteran, ada pula yang di rumah-rumah mereka sendiri secara bergiliran.

Mereka berkumpul bersama secara rutin dan menyebut diri sebagai komunitas: Komunitas Karmelit Awam atau Komunitas T.OCarm. Namun apakah tetap boleh memanggil mereka tetap sebagai 'kelompok', dan bukan 'komunitas'? Boleh saja, menurut saya. 'Rasa'nya memang beda antara komunitas dan kelompok, tetapi sekedar disebut begitu saja, sama sekali tidak mengurangi makna dan kualitasnya. Orang dapat merasakan sungguh memang, bila ikutserta menikmatinya. Soal rasa dan selera, masing-masing orang berbeda satu sama lain. Makanan ini enak! Orang boleh berbeda pendapat dan berkomentar soal makanan tadi, walau tak dapat disangkal ada pengakuan umum bahwa ada makanan jenis tertentu, ada makanan di daerah tertentu yang sungguh-sungguh enak. Komunitas Karmelit Awam, tetap ada yang menyebutnya 'kelompok' tidak perlu dipersoalkan.

Karmelit Awam sebagai kelompok kategorial paroki, disebut demikian karena memang mereka berada di dalam paroki. Mereka ada dan bergerak di dalam paroki. Anggota komunitas memang adalah orang-orang dari sebuah paroki yang ada. Komunitas T.OCarm berada di tengah-tengah paroki. Namun tidak menutup kemungkinan sebuah komunitas di sebuah paroki tertentu menerima anggota dari luar paroki yang bersangkutan, karena memang keanggotaan komunitas tidak dibatasi oleh wilayah territorial. Ada sebuah komunitas yang anggotanya berasal dari beberapa paroki; mereka berasal dari paroki-paroki yang berbeda satu sama lain, mereka datang dan berkumpul untuk berdoa bersama. Dan malahan sebaliknya, bila memang dalam sebuah paroki ada komunitas Karmelit Awam yang jumlah anggotanya dirasakan terlalu banyak, maka komunitas dapat dikembangkan dan dimekarkan menjadi dua atau tiga komunitas.

Mereka berada di tengah-tengah paroki, karena memang kehadiran mereka harus sepengetahuan Pastor Paroki, mereka mendapatkan peneguhan dan dukungan dari pastor paroki, mereka harus siap sedia dilibatkan dalam karya-karya pelayanan. Semuanya itu harus siap dilakukan oleh karmelit awam karena keberadaan mereka adalah untuk Gereja. Sebagai kelompok, mungkin mereka tidak mendapat tugas khusus, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang terpanggil untuk 'bekerja segiat-giatnya demi Tuhan semesta alam', setiap karmelit awam harus ikut aktif dalam aneka kegiatan kegerejaan, baik di tingkat lingkungan, wilayah ataupun paroki. Setiap anggota komunitas harus hadir dalam kegiatan parochial. Memang bukan dalam setiap kegiatan mereka harus ikut terlibat, tetapi minimal kehadiran mereka dapat dirasakan oleh warga lingkungan atau wilayah atau paroki. Seorang karmelit awam tidak menghayati panggilannya, bila 'bersembunyi' dari aneka kegiatan parochial.

Apakah mereka harus berada di paroki-paroki yang mendapatkan penggembalaan dari para imam karmel? Tidak! Mereka dapat membentuk komunitas di setiap paroki, asal saja mereka diketahui dan diteguhkan oleh pastor paroki. Contoh konkrit, seperti komunitas Kusuma Karmel di paroki Mandala, Medan,  komunitas Theresia Liseux di paroki Ngagel Surabaya, dan komunitas Theresia Avilla di paroki katedral Denpasar. Kenyataannya selama ini memang mereka mendapatkan pendampingan rohani dari seorang imam, bruder atau suster karmelit; para karmelit mendatangi mereka dan mendampingi mereka dalam menimba spiritualitas karmel. Di paroki katedral Palangkaraya, komunitas karmelit awam pernah mendapatkan bimbingan rohani secara baik dan sungguh dirasakan dari seorang imam Diosesan; tidak ada kesulitan! Sebab spiritualitas karmel adalah spiritualitas Kristen! Apalagi ada buku panduan bina bagi para karmelit awam dalam usaha semakin mengenal dan menghayati spiritualitas karmel.

Di Indonesia, ada beberapa komunitas Karmelit Awam, seperti :

Komunitas Kusuma Karmel di paroki Mandala Medan,

komunitas Carmeli di paroki Sidikalang, Sumut

komunitas Flos Carmeli di paroki Tomang Jakarta,

komunitas Splendor Carmeli di paroki Palangkaraya,

komunitas Theresia Avilla di paroki katedral Denpasar

komunitas Theresia Liseux di paroki Ngagel Surabaya,

komunitas Elia di paroki Mauloo, Flores

komunitas Yohanes Salib di paroki Jember,

komunitas Albertus Trapani di Probolinggo,

komunitas Titus Brandsma di paroki Lawang,

komunitas Magdalena de Pazzi di paroki Batu,

komunitas Santa Maria Bunda Karmel di paroki Kayutangan Malang

 

 

Ya Tuhan Yesus, dampingilah mereka komunitas-komunitas karmel dengan Roh KudusMu, agar mereka selalu siap mengabdi Engkau yang hadir dalam diri umatMu. Tuhan, berkatilah mereka selalu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening