Minggu Biasa IV, 31 Januari 2010

Yer 1: 4-5.17-19 + 1Kor 13: 1-13 + Luk 4: 21-30

· “Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”. Itulah perkiraan Yesus yang diberikan kepada orang-orang yang ada di sekitarNya, orang-orang sekampungNya. Perkiraan itu dinyatakan Yesus karena memang selama ini Dia tidak pernah mengadakan mukjizat dan tanda-tanda yang mengagumkan di daerahNya sendiri. Pernyataan ini amat jelas : Yesus tidak pernah mengadakan hal-hal yang mengagumkan di daerahNya sendiri!

· Mengapa? Karena ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka! Yesus membandingkan dengan tindakan Elia yang berkunjung ke rumah janda di Sarfat, dan bukannya janda di Israel; demikian pada jaman Elisa, Naaman orang Siria yang mendapatkan penyembuhan dan bukannya orang-orang kusta yang berada di Israel. Ketidakpercayaan mereka ‘menghalang-halangi’ Allah mengadakan tanda-tanda mulia di antara mereka sendiri. Dalam setiap karya penyembuhan, Yesus jarang sekali menyebut langsung derita atau bentuk penyembuhan yang akan dikerjakan kepada orang yang sakit, Ia selalu mengatakan ‘imanmu menyelamatkan engkau’ dan orang itu menjadi sembuh. Iman kepercayaan mendatangkan keselamatan, dan sebaliknya ‘karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya’ (Mat 13: 58).

· Injil hari ini mengajak kita agar kita semakin percaya kepada Yesus, karena kepercayaan akan membuka segala peluang yang kita inginkan. Iman membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin, iman memberi peneguhan dan penghiburan di waktu kita sedang berkarya dan berada dalam tantangan, iman membuat hati dan jiwa berasa tenang, damai dan sukacita. Setiap hendak melakukan ataupun menghadapi segala sesuatu, mari kita gunakan ketopong iman. Namun sekali lagi, iman di sini dimaksudkan, bukan iman yang berhenti pada ­ya saya percaya Tuhan itu ada, IMAN itu dimaksudkan mengalir dan menjiwai hidup dan tindakan sehari-hari, iman yang membuat seseorang semakin rindu dan haus akan Tuhan, dan iman yang menyemangati orang untuk semakin hidup. Maka dalam bacaan kedua tadi Paulus mengingatkan bahwa iman yang hidup itu adalah cinta itu sendiri. IMAN sejati itu terungkap dalam iman, harap dan kasih.

· Kedua, di kampungNya belumlah sampai pada tingkat kepercayaan, dalam relasi social saja, Yesus sudah mendapatkan perlawanan; karena itu Yesus tadi menegaskan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya”, bahkan Matius menegaskan ‘tidak dihargai di rumahnya’ (Mat 13: 57), dalam keluarganya sendiri. Namun Yesus tetap maju dan maju, Ia tidak takut akan ketidaksetujuan orang-orang yang ada di sekitarnya, karena Ia tahu dan sadar akan panggilanNya: ‘Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang’, sebagaimana kita dengarkan dalam Injil minggu kemarin.

· Sadar akan panggilan dan tugas perutusannya inilah yang juga dimiliki nabi Yeremia sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi. Yeremia yakin akan perutusannya; ia menegaskan: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa, dan sekarang bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!”.

· Secara moral Injil hari meneguhkan kita agar kita tidak mudah patah semangat bila menghadapi tantangan dan rintangan, bila kita mau maju ke depan, bila hendak berjuang dan berusaha. Patah semangat dan ketakutan diri berarti menyalahi dan melawan kemauan dan panggilan Tuhan sendiri. Keteguhan hati, apalagi dibarengi iman kepercayaan akan Tuhan membuat kita semakin berani dan lantang maju ke depan.

· Ya Tuhan Yesus, buatlah kami semakin percaya kepadaMu, sebab iman kepercayaan mendatangkan belaskasihMu kepada kami. Yesus, kuatkanlah hati kami, amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening