Rabu Biasa V, 10 Februari 2010

1Raj 10: 1-10 + Mzm 37 + Mrk 7: 14-23

· "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" tegas Yesus. Secara logis memang tepat sekali. "Ia menyatakan semua makanan halal". Kesucian dan kesalehan orang tidak ditentukan oleh jenis makanan. Namun jelas makanan mempengaruhi fisik seseorang, yang kiranya berbeda satu orang dengan lainnya. Pantangan seseorang berbeda satu sama dengan lainnya. Konkritnya selera orang makan berbeda satu dengan lainnya menghadapi jenis makanan yang satu dan sama.

· Tidak ada larangan untuk makan suatu makanan tertentu, masing-masing orang dapat memilih dan menolak suatu makanan yang menjadi kesukaan atau pantangannya dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya. Sebaliknya dalam Gereja Katolik ada kebiasaan untuk berani membatasi diri pengekangan diri terhadap makanan atau kebiasaan yang menjadi kesukaan; yang semuanya dimaksudkan untuk membebaskan diri dari keterikatan diri akan suatu hal. Hidup tidak dibatasi oleh satau dua hal yang menjadi kesukaan dan kegemaran kita. Manusia hidup tidak bergantung pada makanan.

· Kesucian dan kesalehan orang seseorang berasal dari dalam diri seseorang yang menanggapi tawaran dan kasih Allah. Sebaliknya penolakan diri seseorang akan kasih Allah yang membuat orang dalam posisi tidak selamat, minimal tidak menenangkan dan mendamaikan diri sendiri. Tindakan seseoranglah yang melawan kasih Allah tidak menguduskan dirinya; ketidaksucian seseorang berasal dari dalam diri seseorang. "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang".

· Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami mengendalikan diri dan brani berpaut kepada kehendakMu yang mendatangkan keselamatan kepada kami. Tuhan, ajarilah kami agar kami berani berpantang diri dari hal-hal yang membiasakan kami menjauhkan kami dari kehendakMu. Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening