Sabtu Biasa V, 13 Februari 2010

1Raj 12: 26-32 + Mzm 106 + Mrk 8: 1-10

· "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh" kata Yesus yang melihat banyak orang dalam nada belaskasih; sebuah pernyataan yang memikirkan orang lain, tidak berhenti pada diri mereka sendiri.

· Sungguh berbeda dengan sikap para muridNya, mereka menjawab: "bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?". Pikiran praktis dan tidak mau direpotkan dengan urusan orang lain.

· Ternyata ada sesuatu yang lain, yang dapat dibuat Yesus. "Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak". Dan mereka semua makan sampai kenyang.

· Ide pergandaan roti datang dari Yesus. Persoalannya mengapa Yesus harus bertanya terlebih dahulu, mengapa Ia tidak langsung mempergandakan roti dengan meminta mereka menyediakan yang ada? Mengapa para murid juga tidak teringat akan peristiwa-peristiwa sebelumnya bahwa Yesus mampu membuat segala-galanya menjadi baik adanya, Ia pernah juga mempergandakan roti di tempat lain? Apakah Yesus mau memancing kepekaan mereka semua? Dan ternyata memang mereka tidak menangkap kemauanNya, mereka lupa akan tindakan-tindakan yang pernah dilakukan Yesus. 'Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?' menunjukkan keterbatasan dan ketidakmampuan mereka, sekaligus mungkin ketidak-mau-tahu-an mereka akan persoalan orang lain, sehingga mereka tidak berani bisa membalik penyataan Yesus tadi dengan berkata: 'Yesus, Engkau dapat berbuat sesuatu yang baik, sudilah Engkau membuat kami gembira' atau 'Yesus, Engkau pernah memperganda roti, kiranya sudilah Engkau juga membuatnya di sini'.

· Ya Yesus, kesibukan kami sehari-hari seringkali membuat kami lupa akan kehadiranMu, kami sering tenggelam dalam ketidakberdayaan kami. Ajarilah kami ya Yesus, agar kami selalu ingat akan Engkau, Engkau mampu membuat segalanya menjadi indah dan baik adanya, buatlah kami berani memohon bantuanMu dalam menyelesaikan tugas-tugas kami. Tuhan, bantu kami selalu, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening