Sabtu Prapaskah, 20 Februari 2010

Yes 58: 9-14 + Mzm 86 + Luk 5: 27-32

· Ketika Lewi mengundang Yesus dan para muridNya makan bersama-sama teman-temannya, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat menegur para murid Yesus: "mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?". Pertanyaan mereka sangat wajar, karena memang mengapa Yesus dan para muridNya harus berkumpul dengan orang-orang yang tidak baik, apalagi para pemungut cukai dan orang-orang berdosa itu adalah orang-orang yang harus dijauhi oleh masyarakat, mereka suka memeras orang. Orang biasa, orang awam saja harus menjauhi mereka, apalagi sekarang Dia yang disebut Guru, seorang yang suci dan mampu menyembuhkan banyak orang! Yesus dan para muridNya tidak layak bergaul dengan orang-orang berdosa!

· Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat". Yesus menyatakan tugas perutusanNya. Ia datang untuk memanggil orang-orang berdosa kembali kepada keselamatan sebagaimana yang sejak awal mula dijanjikan oleh Allah. Yesus memanggil agar orang-orang datang kepadaNya untuk beroleh keselamatan. Orang-orang berdosa adalah mereka yang belum sadar penuh akan belaskasih Allah yang diperuntukkan untuk mereka.

· Yesus mengajak para muridNya untuk ikut makan bersama sembari mengingatkan mereka semua para murid agar mereka berani 'menemani' orang-orang berdosa untuk kembali kepada Allah. Pergaulan mereka dengan Yesus hendaknya juga dapat dirasakan oleh orang lain, tidak dinikmatinya sendiri. Ajakan Yesus kepada para muridNya ini juga menjadi ajakan bagi kita, agar kita berani berteman dengan orang-orang yang 'tidak disukai' orang lain. Komentar pahit dan tidak mengenakkan, bahkan mungkin menusuk hati, pasti akan kita terima, sebagaimana komentar orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tadi; tapi itulah tugas perutusan Yesus yang hendaknya menjadi tugas perutusan semua orang yang mengikutiNya. 'Barangsiapa mau menjadi muridKu', ia harus meneladan, mencontoh dan melaksanakan dan 'mengikuti Aku'. Mengikuti Yesus berarti melaksanakan apa saja yang Dia ajarkan dan lakukan.

· Bacaan pertama sedikit memberi contoh bagaimana harus bergaul dengan semua orang, terlebih mereka yang 'dipandang hina', yakni dengan menghormati dan memperhatikan hak dan martabat mereka. Kata nabi Yesaya : "apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan".

· Ya Tuhan Yesus, Engkau datang memang mau melaksanakan kehendak Bapa yang menyelamatkan umat manusia. Bantulah kami ya Yesus, agar kami juga berani bergaul dengan orang-orang yang diabaikan dan dianggap orang lain jahat. Semoga Engkau memberkati dan meneguhkan kemauan baik kami, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening