Selasa Biasa V, 9 Februari 2010

1Raj 8: 22-23.27-30 + Mzm 84 + Mrk 7: 1-13

· "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik!", itulah komentar Yesus terhadap orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menegur Yesus sehubungan murid-muridNya makan dengan tangan najis, tidak cuci tangan dulu. Sepertinya 'kemarahan' Yesus memuncak dengan menyebut mereka munafik, padahalnya teguran mereka hanya sekitar tidak mencuci tangan sebelum makan? Tegas Yesus : "ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia".

· Entah kenapa Yesus menegur mereka 'munafik', bukankah munafik itu adalah orang yang bermuka topeng, penuh kepura-puraan. Lagi pula mereka itu kan orang-orang yang pandai Kitab Suci, fasih dalam penyampaian ajaran agama dan firman Tuhan. Mereka disebut munafik karena mereka lebih mengutamakan adat istiadat daripada hokum Allah, sekali lagi mereka itu adalah orang-orang yang pandai dalam Kitab Suci. "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri".

· Contoh kemunafikan itu adalah : "Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu membiarkannya tidak lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu".

· Alasan ini lebih suci lagi: biaya keperluan orangtua sebagai bentuk penghormatan kepada orangtua digunakan untuk persembahan kepada Allah. Mereka salah sungguh dalam menterjemahkan Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari. Ini munafik. Ada juga pengalaman seperti itu: waktu orangtuanya sakit tidak mau ia merawat, mengunjungi saja tidak mau, tetapi waktu orangtua meninggalkan 'dipestakan' (memberikan makan yang agak istimewa kepada para pelayat dan dekorasi seputar peti jenasah penuh dengan pernik-pernik keemasan) dengan meriah.

· Atau orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ikut ambil keuntungan dari persembahan yang dihunjukkan tadi, karena mereka tidak mewajibkan lagi umatnya untuk tetap memperhatikan orangtu mereka. Yesus meminta agar perhatian terhadap adat istiadat tidak mengabaikan dan atau menomerduakan hokum Tuhan.

· Ya Tuhan Yesus, seringkali kami jatuh dalam urusan peradatan atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat sekitar, kami takut bertindak beda dengan mereka karena takut dikecam, dikomentari. Berilah kami kebijaksanaanMu ya Tuhan, agar kami dapat memilih sesuatu dengan tepat dan benar. Ya Tuhan bantulah kami selalu, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening