Selasa Biasa VI, 16 Februari 2010

Yak 1: 12-18 + Mzm 94 + Mrk 8: 14-21

· Ketika Yesus mengatakan "berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes", para murid berkomentar "itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti". Dangkal sekali pemikiran mereka, mungkin komentar balik kita kepada mereka; karena memang mereka tidak mengerti, mereka tidak menangkap. Kata Yesus "mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?". Padahal memang mereka telah mengalami dua kali bersama Yesus pergandaan roti.

· Lepas dari keterbatasan mereka para murid, sebenarnya pernyataan Yesus itu juga mengena kepada kita, bila kita memang tidak mau memaknai setiap peristiwa hidup kita. Ada pengalaman hidup kita, ada yang indah dan menyenangkan, ada yang pahit dan menyusahkan. Khusus dalam pengalaman yang indah, mampukah secara cepat pada waktu itu kita merasakan bahwa Tuhan telah memberikan yang indah kepada kita. Tuhan yang memberi dan memperhatikan kita? Santo Yakobus dalam bacaan pertama tadi mengingatkan "setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas". Karena itu, Yesus meminta kita untuk memaknai sungguh pengalaman hidup kita ini. Anugerah inderawi kita mempunyai kemampuan awali untuk menikmati itu semua, Yesus menegaskan "kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi?". Dengan mata, kita diajak untuk melihat, dengan telinga kita diajak untuk medengar, dan dengan mulud kita diajak untuk berbicara.

· Lebih jauh dari itu, Santo Yakobus sepertinya sangat yakin bahwa Tuhan selalu memberi yang baik kepada umatNya. Adanya celaka dan petaka, dianggapnya sebagai kecerobohan insane, sebab Allah "Ia sendiri, tidak mencobai siapa pun". Allah tidak pernah mencobai umatNya. "Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut". Benar juga, sebab tak jarang malapetaka sebagai akibat kecerobohan ulah kita manusia, mungkin bukan individu yang melakukan, tetapi sebuah individu menerima akibat dari kesembronoan dalam hidup bersama.

· Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk berani memaknai hidup kami agar kami sungguh-sungguh merasakan kehadiranMu dalam hidup kami. Semoga segala kemampuan kami selalu terarah kepadaMu, dan kami mudah bersyukur kepadaMu. Yesus, berkatilah kami, amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening