Senin Biasa V, 8 Februari 2010

1Raj 8: 1-13 + Mzm 132 + Mrk 6: 53-56

· "Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh".

· Kita dapat membayangkan peristiwa demi peristiwa yang dikatakan dalam Injil tadi: berduyun-duyun mereka datang kepada Yesus untuk mendapatkan kesembuhan; ke mana Ia pergi, banyak orang menyambutNya dan minta berjumpa denganNya. Yesus tampil dalam peran yang sungguh mempesona dan menarik banyak perhatian orang.

· Kalau kita menyorotinya dari bacaan pertama, proses penyembuhan hanya akibat dari kemauan mereka untuk datang kepada Yesus. Mereka datang dan datang kepada Yesus yang memang adalah kehadiran Allah sendiri. Keyakinan awali bahwa Allah hadir dalam Tabut Perjanjian dan selalu mengawali mereka, demikian Yesus yang sekarang ini datang ke tengah-tengah mereka. Dia yang adalah Tuhan sekarang hadir di tengah-tengah mereka, maka layaklah mereka datang kepadaNya. "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya".

· Kitapun sekarang tahu bahwa kehadiran Yesus secara nyata dan penuh kasih dapat kita rayakan dalam perayaan Ekaristi. Ia hadir dalam sabdaNya. Ia hadir dalam komuni kudus yang menyelamatkan. Kiranya kesetiaan kita dalam mengikuti perayaan Ekaristi semakin meneguhkan hati kita, bukan saja 'menjamah', melainkan pada menikmati keselamatan itu sendiri.

· Ya Tuhan Yesus, Engkau menarik perhatian banyak orang datang kepadaMu untuk mendapatkan kesembuhan, namun lebih dari itu keselamatan yang Engkau bawa kiranya lebih menarik perhatian banyak orang, sebab keselamatanMu tidak hanya menyembuhkan sakit kami sekarang ini, malahan membawa kami pada penghiburan dan sukacita abadi. Tuhan, tambahkanlah iman kami, demikian mereka yang harus berbaring sakit, semoga Engkau sendiri menjamah mereka, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening