Senin Prapaskah I, 22 Februari 2010

Pesta Takhta Santo Petrus

1Pet 5: 1-4  +  Mzm 23  +  Mat 16: 13-19

 

Pengakuan Petrus memang sungguh luar biasa, ia mengenal baik siapakah Yesus Gurunya itu: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!". Yesus adalah Mesias, sang Kristus Penyelamat, Dialah Anak Allah, Dialah Allah yang menjadi manusia.

Kata Yesus kepadanya: "berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga". Yesus memuji dia, bukan karena Yesus mendapatkan pujian daripadanya, pujian manusia tidak menambah kemuliaanNya, melainkan karena Petrus telah mengatakan kebenaran. Iman yang benar mendatang keselamatan, karena iman yang benar mengatakan dan mengakui siapakah sesungguhnya Allah yang mau menjadi manusia itu.

Yesus kemudian melanjutkan : "Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga". Petrus diminta memimpin jemaat yang didirikan oleh Yesus. Jemaat yang didirikan adalah mereka orang-orang yang percaya kepadaNya. Petrus mendapatkan kuasa atau takhta bukanlah diartikan sebagai penguasa atas jemaat atau GerejaNya, melainkan dia diminta menjadi penggembala bagi domba-dombaNya, 'gembalakanlah domba-dombaKu'.

Pemahaman ini sungguh-sungguh disadari oleh Petrus, sebab ia tidak bertindak seorang diri; Petrus membentuk team atau kolega dalam penggembalaan Gereja yang kudus, ia selalu mengingatkan sungguh kepada kolega dan mereka yang menggantikannya: "gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu". Penggembalaan adalah pengabdian.

Perayaan hari ini mengingatkan kita bahwa para gembala dalam Gereja kita adalah pelayanan pastoral, penggembalaan; mereka semua ambil bagian dalam tugas perutusan yang diterima Petrus untuk menggembalakan domba-dombanya. Kolegalitas atau kesatuan mereka bersama Sri Paus dan para Uskup hanya diabdikan kepada Allah yang hadir dalam umatNya. Keikutsertaan kita dalam perayaan ini berarti kita ikut bersyukur kepada Tuhan Yesus yang selalu menggembalakan kita melalui mereka, kita bersyukur karena Dia, Anak Allah selalu memperhatikan kita, kita juga berdoa bagi mereka agar mereka setia dalam penggembalaan umatNya.

Tuhan Yesus, berkatilah para pastor yang menggembalakan umatMu, terlebih mereka yang berkarya di daerah-daerah pedalaman, yang jauh dari keramaian, semoga mereka Engkau teguhkan dan Engkau hibur selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening