Senin Prapaskah II, 1 Maret 2010

Dan 9: 4-10  +  Mzm 79  +  Luk 6: 36-38

 

"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati", perintah Yesus. Seseorang yang murah hati adalah orang berani memberi dan memberi tanpa memikirkan balasannya dan tidak main perhitungan, ia penuh belaskasih dan perhatian, ia memberi karena dia mau, dia mau keluar dari dirinya sendiri. Semuanya ini terjadi karena landasannya adalah cinta; cinta itu memberi, tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta seorang yang memberikan nyawa bagi sahabatnya. Yesus sering mengatakan hal itu sebagaimana Bapa yang memberi hujan dan panas teriki matahari, bukan hanya kepada mereka yang baik dan benar, tetapi juga mereka yang jahat dan para pendosa.

Hanya memang sepertinya ada soal pada waktu itu, sebab setelah meminta muridNya bersikap murah hati, Yesus 'sepertinya' mengendorkan ajakanNya itu dengan mengatakan hendaknya kita berani mengampuni supaya kitapun diampuni, tidak menghukum supaya kita tidak dihukum, tidak menghakimi supaya tidak dihakimi, sebab ukuran yang kita kenakan kepada orang lain akan juga dikenakan kepada kita. Kenapa harus begitu, dan memakai syarat?

Memberi yang tidak memperhitungkan itulah juga telah dinubuatkan dalam kitab Daniel, bacaan pertama tadi, yang mengatakan Tuhan itu baik dan penuh kasih. Ia tidak memperhitungkan kesalahan dan dosa umatNya. "Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami". Dan kasih nyata itulah yang kita pelajari dan kita renungkan secara khusus dalam masa Prapaskah ini, sebab Ia mati dan memberikan nyawaNya itu demi seluruh umat manusia dan ciptaan lainnya. Allah yang mau menjadi manusia dan mati di kayu salib demi keselamatan umatNya.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami semakin mengimani Engkau yang mau mati di kayu salib hanya karena cintaMu kepada kami. Yesus, buatlah hati kami ini mudah berbelaskasih kepada semua orang, seperti Engkau sendiri. Yesus yang murahhati luluskanlah doa-doa kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening