Hari Raya Kabar Sukacita

Kamis, 25 Maret 2010 

Yes 7: 10-14  +  Ibr 10: 4-10  +  Luk 1: 26-38

 

"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan".

Inilah kabar sukacita yang diterima Maria: pertama, ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Maria memang merasa belum pernah berhubungan badan dengan seorang laki-laki, ia baru bertunangan saja, ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak, dan anaknya itu sudah pasti seorang laki-laki.

Kedua, Anak itu hendaknya diberi nama Yesus, dan nama itu berarti Allah menyelamatkan. Anak itu pasti akan didampingi dan dikuasai Allah, karena memang dari namaNya saja berarti Allah menyelamatkan. Tidak ditawarkan nama lain atau memberi kebebasan kepadanya untuk memberikan nama kesukaan keluarga; tentunya ada rencana tersendiri dengan pemberian nama itu.

Ketiga, pasti Anak itu akan tumbuh dan berkembang, Dia akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi, itu berarti bahwa Anak itu adalah milik Allah, Dia berada dalam pengawasan Allah sendiri. Dia bukan orang biasa seperti kita, awam dalam hidup.

Keempat, Dia akan menduduki kursi takhta Daud, bapa leluhurNya. Ini berarti Dia akan menjadi seorang raja, seorang penguasa. Ia akan menjadi raja bangsa Israel, keturunan bapa bangsa Yakub. Kerajaan dan pemerintahanNya sepanjang masa, tidak berkesudahan. Ia akan memerintah selama-lamanya.

Inilah kabar sukacita yang menggemparkan, sangat luar biasa dashyat, tetapi tidak masuk akal!

Di luar kemampuan seorang perempuan sederhana. Maria hanyalah seorang gadis. Bagaimana mungkin semuanya ini bisa terjadi? Jangankan melahirkan, mengandungpun aku belum mampu, karena memang aku belum bersuami, pantangan bagi kami melakukan sesuatu yang belum menjadi hak dan kewajiban kami?

"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah". Inilah intervensi Allah pada umatNya. Allah menyatakan kemauan dan kehendakNya. "Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel" tegas Tuhan. Segala bisa terjadi! Tuhan Allah akan atur segalanya, karena memang "bagi Allah tidak ada yang mustahil".

"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu". Inilah jawaban iman Maria yang ditunggu-tunggu oleh Allah. Segala rencana Allah adalah baik AdaNya! Tidak ada rencana Allah yang membinasakan manusia, Allah membuat segala-galanya baik adanya. Manusia diundang hanya untuk meng'amin'inya dengan sepenuh hati.

Kabar sukacita itu membuka wawasan baru bagi semua orang, bagi seluruh isi semesta. Sebab sejak saat itu, Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita umatNya; dan bahkan lebih dari itu, kehadiranNya di tengah-tengah manusia menjadi tebusan bagi banyak orang agar beroleh keselamatan. Dialah Yesus Kristus, dan dalam Dialah kita semua dikuduskan, sebagaimana ditekankan kembali dlam surat kepada umat Ibrani : "karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus".

Semoga dalam masa Prapaskah ini, kita semua semakin memperdalam dan menyadari makna penebusan Kristus dalam diri setiap orang. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami semua semakin mampu memahami kehidupanMu dalam diri kami, dan agar kami pun selalu siap sedia melaksanakan kehendakMu sebagaimana diteladankan Maria kepada kami. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening