Hari Raya Santo Yusuf

Jumat, 19 Maret 2010 

2Sam 7: 4-5.12-16  +  Rom 4: 13-22  +  Mat 1: 16-24

 

Yusuf  adalah seorang yang tulus hati; dan pada umumnya orang semacam ini memang tidak banyak bicara dan tidak ekspresif; ia seorang low profile, tapi ia seorang pekerja ulet. Namun itulah gambaran umum yang ada, apakah Yusuf memang seperti itu? Belum ada data yang menyampaikannya.

Sungguh mengagetkan! Yusuf bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam. Kenapa? Karena ternyata "Maria telah mengandung…, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri" Suatu pilihan sikap yang wajar dan masuk akal, walau ini sikap yang egois, yang mau mencari menangnya sendiri, yang memang dikondisikan begitu oleh dunia patriakal. Sebagai pihak yang dinomersatukan, Yusuf mempunyai hak untuk itu, dan dia pasti akan dimenangkan.

Dalam kitab Keluaran ditegaskan: 'apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu (Kel 22: 23-24). Adil sepertinya hokum itu, namun fokusnya sebenarnya hanya terarah pada kaum perempuan. Karena sang lelakinya tidak diketahui, apakah Maria masih bisa diajukan ke meja hijau karena memang terbukti 'dia sudah mengandung'? Apakah Yusuf tetap akan memperkarakan?

Yusuf adalah seorang yang tulus hati, ia harus membuat perhitungan dengan Maria!

"Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka".

Yusuf sepertinya tidak mempertimbangkan kembali ajakan itu, tetapi pasti ia tahu benar arti nama Yesus, Allah menyelamatkan umat-Nya, karena itu "sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya". Ia tidak mengucapkan kata-kata, ia tidak menanyakan apa-apa kepada malaikat itu ataupun membuat suatu penyataan 'fiat' seperti Maria. Inilah iman Yusuf! Iman yang hidup!  Dia  langsung melakukan yang menjadi kehendak Allah: ia mengambil Maria sebagai isterinya. Iman yang benar tidak harus dikatakan, iman yang benar itu dilaksanakan. Iman dan perbuatan itu satu, bagaikan keping uang logam: ada yang satu mengandaikan yang lain. Yusuf memang orang yang tulus hati.

Berkat iman Yusuf, Yesus sungguh-sungguh putera Daud sebagaimana dikatakan dalam uraian silsilah keturunan Abraham dan raja Daud. 'Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus'. Berkat iman Yusuf, Yesus terdaftar secara sosiologis di tengah-tengah dunia, 'bukankah dia anak tukang kayu?'; berkat iman Yusuf tersambunglah program rencana Allah untuk melanjutkan karya penyelamatan dalam sejarah manusia. SabdaNya: 'Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya", sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi.

Berkat iman Yusuf, terbukalah dan terlaksanalah rencana Allah untuk menyelamatkan semua orang, bukan karena alasan keluarga dan bangsa, tetapi memang apa yang dilakukan Yusuf itu 'diperhitungkan sebagai kebenaran'. Sama, "bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman… dan ini merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham", demikianlah berkat iman Yusuf sejarah dunia masuk dalam sejarah keselamatan Allah: semua orang beroleh keselamatan di dalam Allah.

Berkat iman Yusuf, layaklah Gereja merayakan pestanya, sebab kita semua diingatkan bahwa iman kepada Allah itu mengubah dunia. Dunia lama menjadi baru karena kehadiran Yesus dalam sejarah manusia, berkat kemauan dan keberanian Yusuf yang menanggapi kehendak Allah.

Ya Yesus, ajarilah kami mempunyai iman seperti Yusuf yang tanpa banyak bicara tetapi selalu siap melakukan kehendakMu, Yesus, jadikalah kami orang-orang yang tulus hati seperti Yusuf.  Yesus, berkatilah secara khusus dengan rahmatMu saudara-saudari kami yang berlindung dalam nama santo Yusuf,  amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening