Jumat Prapaskah III, 12 Maret 2010

Hos 14: 2-10  +  Mzm 81  +  Mrk 12: 28-34

 

Injil hari ini menegaskan kembali penyataan Yesus beberapa hari lalu, ketika para muridNya bertanya 'Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?'. Yesus mengatakan "hukum yang terutama ialah: dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini". Mengasihi Tuhan dan sesame menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

"Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia". Apa yang dikatakan ahli Taurat ini mengutip secara tepat pada kitab Ulangan: 'TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia' (Ul 4: 35). Iman akan Tuhan Allah yang Esa sudah ada semenjak awal mula sejarah Israel. Demikian juga, sambung ahli Taurat tadi: "mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan", sebab Allah sendiri menghendakinya, kataNya 'Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran' (Hos 6: 6). Ia sungguh-sungguh ahli Taurat yang tahu benar bagaimana bunyi dan kehendak Tuhan melalui kitab-kitab Taurat dan para Nabi; dan yang lebih penting lagi dia tahu secara tepat apa itu kebenaran!

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!". Ucapan Yesus ini menegaskan sungguh bahwa orang yang melakukan hokum cinta kasih berarti membiarkan Allah sendiri bekerja dalam dirinya, membiarkan diri dikuasai oleh Allah. Allah meraja dalam diri orang itu.

Kiranya semuanya ini menjadi pelajaran bagi kita untuk membiarkan diri dikuasai oleh Allah dan bukan yang lain, sebab yang lain, yang bukan-Allah tidak mendatangkan apa-apa, mungkin hanya sukacita yang sementara dan fana, tetapi tidak mendatangkan keselamatan. Ajak Hosea dalam bacaan pertama untuk mendekatkan diri hanya pada Allah. "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim". Dan Allah akan memperhatikan setiap orang yang berani datang kembali kepadaNya. "Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon".

Ya Yesus, buatlah hati kami penuh pertobatan, tidak malu-malu datang kepadaMu dan menghitung-hitung kesalahan kami. Yesus, jadikanlah hati kami ini hati pentobat. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening