Kamis Prapaskah II, 4 Maret 2010

Yer 17: 5-10  +  Mzm 1  +  Luk 16: 19-31

 

Yesus membicarakan orang kaya dan miskin; yang miskin itu namanya Lazarus. Apa yang dibicarakan Yesus hanyalah sekedar gambaran. Tidak dimaksukan agar semua orang menjadi miskin dan melarat seperti Lazarus; tidak dimaksudkan juga agar kita tidak menjadi orang yang kaya dan mempunyai harta benda. Yesus menyampaikan wejangan ini bukan untuk membidik orang kaya.

Yesus hanya mengingatkan cita-cita setiap orang untuk mendapatkan keselamatan; semua orang ingin beroleh selamat; Yesus mengingatkan semuanya ini. Sebab keselamatan seseorang tidak bergantung pada kekayaan atau kemiskinan, 'manusia hidup tidak bergantung pada roti, melainkan pada firman yang keluar dari mulut Allah' (Mat 4: 4). Karena memang hanya kehendak Allah-lah yang menyelamatkan manusia, bukan kata-kata, sikap dan tindakan manusia, karena itu hendaknya setiap orang menjadi 'pelaku-pelaku firman' dan bukan hanya pendengar yang menipu diri saja.

Karena itu akhir dari dialog tadi, melalui kata-kata Abraham, Allah menegaskan: "jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati", sebab memang para Nabi datang untuk mewartakan kehendak Allah, mereka adalah Utusan Allah. Mendengarkan kesaksian para Nabi dan melaksanakannya, berarti melaksanakan kehendak Allah sendiri yang menyelamatkan.

Tak dapat disangkal dalam perumpamaan tadi bila terasa adanya sentilan-sentilan, terlebih bagi mereka yang mencoba mengesampingkan kehendak Allah, sebab tak jarang 'orang kuat bermegah karena kekuatannya, dan orang kaya bermegah karena kekayaannya' (Yer 9: 23), mereka tenggelam dalam kemegahan dirinya yang sesaat itu. Pula, seringkali dalam peristiwa social sehari-hari itu 'orang miskin itu berbicara dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar' (Ams 18: 23). Dengan perumpaan tadi Yesus mengingatkan agar setiap orang semakin mengandalkan kekuatan hidupnya hanya pada Allah,  dan bukan yang lain;  'enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur' (Pengk 5: 11), ia akan gelisah dan gelisah bila hanya berpusat pada kekayaan semata.

Bacaan pertama, jauh-jauh sudah mengingatkan semua orang untuk selalu berpaut hanya kepada Allah. Sebab hanya dalam Dia ada hidup. "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah"

Ya Tuhan Yesus, buatlah kami umatMu semakin berani berharap dan berharap kepadaMu, dan bukan pada hal-hal lain yang bersifat sementara ini. Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu sekarang dan selama-lamanya, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening