Kamis Prapaskah III, 11 Maret 2010

Yer 7: 23-28  +  Mzm 95  +  Luk 11: 14-23

 

Dalam Injil hari ini diceritakan bahwa orang-orang yang mengikuti Yesus meragukan kemampuanNya. "Ia mengusir setan dengan kuasa penghulu setan!" komentar mereka. Yesus menerima komentar mereka. Namun Yesus mengingatkan bahwa kerajaan setan juga membutuhkan keutuhan di antara mereka, mungkinkah mereka saling melawan satu sama lain? Kalau Yesus saja yang sudah dianggap banyak orang sebagai Guru yang suci dan  penuh kuasa itu mengusir dengan kuasa Beelzebub, bagaimana juga dengan orang-orang mereka sendiri?

Namun sebenarnya pernyataan terakhir ini sebenarnya tidak perlu disampaikanNya karena memang tidak menyangkut diriNya, itu urusan orang lain.

Yesus menegaskan bahwa apabila "Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu". Sebab hanya Allah-lah Penguasa alam semesta, tiada penguasa lain. Dan konkritnya, kuasa kegelapanpun mengakuiNya, 'hai Engkau Anak Allah, Engkau datang untuk membinasakan kami?' atau 'apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!' (Mrk 5: 7). Dengan berkuasaNya Kerajaan Allah, maka binasalah kuasa kegelapan; pengusiran dan pembinasaan kuasa kegelapan membuktikan bahwa Kerajaan Allah sudah datang dan meraja.

Maka sebenarnya dalam hidup ini hanya ada dua pilihan: mengikuti Allah atau yang bukan-Allah;  dalam bahasa Elia dapat dikatakan: 'berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia'; dalam mengejar keselamatan hanya ada satu pilihan yakni bersama Allah. Maka Yesus dalam menanggapi orang-orang tadi menegaskan: "siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan". Hanya dalam Allah, dalam diri Yesus ada keselamatan. Mau beroleh keselamatan berarti mengikuti Dia. Bacaan pertama tadi juga menegaskan: "dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!".

Masa Prapaskah ini sungguh-sungguh mengingatkan kita bahwa Kristus telah datang ke dunia dan membawa sukacita, Ia menjadi tebusan bagi semua orang. Di sinilah bertobat berarti membiarkan diri dikuasai oleh Yesus sendiri, biarlah Yesus meraja dan menguasai diri setiap orang agar mampu menikmati keselamatan. 'Biarlah Yesus hidup, dan bukan lagi aku yang hidup dalam diriku'.

Ya Yesus, buatlah hati kami semakin terpaut kepadaMu, buatlah kami membiarkan diri untuk Engkau kuasai, sebab tak jarang kami mencari kepuasan dan kesenangan diri, daripada mengundang Engkau untuk datang kepada kami. Tuhan, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening