Kamis Prapaskah IV, 18 Maret 2010

Kel 32: 7-14  +  Mzm 106  +  Yoh 5: 31-47

 

Kembali hari Yesus berkata-kata tentang siapakah Dia sebenarnya. Tidak ada orang yang dapat memberi keterangan tentang dia secara tepat dan benar, termasuk Yohanes Pembaptis, seorang suci yang memang dikagumi oleh Yesus. Tidak ada orang yang dapat mengenal Allah secara tepat dan benar, karena memang pengenalan akan Allah mengatasi kemampuan manusia. "Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia", tegas Yesus. Bukan untuk meremehkannya, melainkan karena pengetahuan manusia tidaklah sempurna, amat terbatas! 'Sebab pengetahuan kita tidak lengkap' (1Kor 13, 9).

'Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku". Siapakah yang dapat melakukan kehendak Bapa secara sempurna? Pastilah Dia yang diutusNya sendiri, karena memang Dia datang hanya melakukan apa yang dikehendaki oleh Yang mengutusNya. Maka tentunya kesaksian utama, pengetahuan yang benar tentang Dia adalah pekerjaan yang dilakukanNya.

Untuk mengenal Yesus dengan tepat dan benar adalah dengan mendengarkan Dia, melihat apa yang dilakukanNya dan melaksanakan ajaran dan kehendakNya. Mengenal Yesus tidak cukup hanya dengan mendengarkan kesaksian dan sharing pengalaman sesame teman: bagaimana mereka mengalami kasih dan perhatian Allah; semuanya itu diperlukan sebatas sebagai peneguhan dan dukungan bagi kita untuk bertindak, sharing dan kesaksian sesame bukanlah inspirasi utama; masih ada 'kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes', kesaksian Poniman, kesaksian Yurike atau kesaksian-kesaksian Nurhadi itu, kesaksian itu adalah segala yang dilakukan Yesus sendiri, karena memang Dia hanya melakukan kehendak Dia, Bapa yang mengutusNya.

Kesaksian tentang Yesus yang diutus memang telah dapat diketahui dari semua para Nabi yang pernah diutus Bapa, seperti dari Musa dan Elia yang pernah berbicara dengan Dia 'tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem' (Luk 9: 31), namun banyak orang yang tidak mengindahkan mereka, malahan mereka menolak dan membunuhnya. Kata Yesus: "kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu". Mendengarkan dengan baik nubuat para Nabi akan mendapatkan gambaran siapakah sebenarNya Yesus itu. "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku". Ancam Yesus: "yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu".

Bacaan pertama memberi salah satu pengalaman kedegilan umat Israel dalam perlawanan menolak dan mengabaikan Allah. Israel adalah bangsa pilihan Allah, tetapi mereka banyak yang tidak setia. "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban".

Kalau dalam bacaan tadi kemarahan Allah 'dapat diredahkan' oleh Musa, dalam Injil hari ini Yesus menggertakkan dan mengembalikan hukuman itu menjadi hak milik  Musa, seperti dikatakanNya: 'yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu'.

Ya Yesus, teguhkanlah hati kami, agar kami setia melaksanakan kehendakMu. Ingatkanlah kami bila kami nampak mulai menyeleweng daripadaMu. Yesus, bantulah kami yang lemah ini. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening