KAMIS PUTIH

1 April 2010

Kel 12: 1-8.11-14  +  1Kor 11: 23-26  +  Yoh 13: 1-15

 

"Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa". Pernyataan ini menegaskan bahwa Yesus tahu benar apa yang akan terjadi dengan diriNya; dan semuanya itu akan terjadi tepat bersamaan pada saat hari raya Paskah orang-orang Yahudi. Apa yang akan terjadi? Dia akan beralih dan kembali kepada Bapa, karena memang sebentar lagi Ia akan menyelesaikan tugas perutusanNya: Dia akan mati di kayu salib dan pada hari ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati! Sebentar lagi, semuanya akan terlaksana.

Yohanes menuliskan: "sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya". Pernyataan ini menegaskan bahwa kasih dan cinta Yesus tidak berubah. Ia tetap mengasihi dan mengasihi umatNya, dan kasih yang tak berkesudahan ini akan mencapai puncaknya pada korban salib, kurban tebusan Paskah bagi semua orang, sebab tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta seseorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Cinta yang menyerahkan nyawa itulah yang akan terlaksana dalam kurban salib Kristus; dan cinta yang memberi nyawa itu nampak sempurna dalam kemartiran, namun tetap harus diungkapkan dalam hidup sehari-hari, dan Yesus memberikan contohnya  dengan mengungkapkan pelayanan diri sebagai seorang hamba, yakni dengan pencucian kaki. Pencucian kaki adalah contoh dan ungkapan nyata cinta seorang yang 'walaupun                        Allah tidak mengambil keserupaanNya dengan Allah, melainkan mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba'. Pencucian kaki adalah arti cinta yang sebenarnya, yakni memberi diri, melayani dan memperhatikan orang lain. Sebagaimana Yesus memberikan diriNya, melayani dan memperhatikan umatNya, demikianlah juga kita semua. "Jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu".

Itulah pedoman praktis dalam mewujudkan hokum cinta kasihAllah yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatNya. Cinta kepada sesame itu berarti seseorang turun ke bawah, dan melayani sebagai seorang hamba kepada tuannya, entah siapapun dia yang akan hadapi; dia mengalami prose incarnative! Dan yang lebih indah lagi dan memang harus kita nikmati terlebih dahulu sebelum kita berbagi kasih dengan sesame yakni: kita sendiri  memenuhi undangan Yesus untuk mengalami kasihNya. Kita dapat berbagi kasih dengan orang lain, kalau kita mau terlebih dahulu menikmatinya, agar kita memilikinya, kita harus berani dibasuh terlebih duhulu sebelum membasuh sesama; bagaimana kita dapat berbagi kasih yang indah kalau kita sendiri tidak pernah merasakan, dan bahkan kita tidak memilikinya, nemo dat quod non habet.

Hal itulah yang ditegaskan Yesus sendiri, ketika Petrus merasa enggan dan sungkan ketika kakinya hendak dibasuh oleh Yesus, "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya". Namun sebaliknya, Yesus memberi ultimatum dan peringatan agar setiap muridNya harus berani menerima pembasuhan kaki daripadaNya, tegas Yesus: "jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku"; sebab memang kasihNya itu sungguh-sungguh menyelamatkan! Rela menerima pembasuhan Yesus berarti membiarkan diri dikuasai dan dibimbing oleh kasih Yesus sendiri; rela dibasuh oleh Yesus berarti mau dibersihkan dan dimurnikan Yesus, rela dibasuh oleh Yesus berarti tinggal bersama Yesus sendiri.

Ya Yesus, kuasailah kami dengan kasihMu agar kami boleh tinggal bersama Engkau, tinggal dalam keselamatan; juga agar kami siap berbagi juga dengan sesame kami. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening