Minggu Prapaskah V, 21 Maret 2010

Yes 43: 16-21  +  Fil 3: 8-14  +  Yoh 8: 1-11

 

Ketika  Yesus sedang mengajar di bait Allah, datanglah  "ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?". Disodorkan kepada Yesus persoalan social-moral dan religious, namun maksudnya amat jelas: "mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya".

Jahat kali memang mereka ini! Mereka terlalu berani: mencobai Tuhan! Terlalu berani, karena memang tindakan itu hanya dilakukan oleh iblis (Luk 4: 12). Apakah iblis sudah merasuki orang-orang Farisi dan mereka yang menguasai kitab Taurat? Apakah perempuan itu berzinah seorang diri? Tentunya ada pasangan selingkuhannya; tetapi memang mereka tebang pilih, cukup perempuan saja yang dikurbankan. Padahal tertulis : 'apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu' (Ul 22: 22-24).

Namun yang jelas, peristiwa perzinahan ini hanya sekedar alat untuk mencobai Yesus, agar mereka dapat menyalahkan Dia. Bila Yesus menyetujui peraturan Musa, maka mereka pasti akan membalik pernyataan Yesus sendiri tentang diriNya bahwa Dia adalah Mesias yang hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya, sebaliknya bila tidak menyetujui peraturan Musa, maka Yesus dituduh melanggar hokum Taurat dan perjanjian umat Israel. Namun sekali lagi, peristiwa perzinahan hanyalah sarana pencobaan, tetapi yang jelas bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sungguh-sungguh jahat.

Kecemburuan dan irihati, marah dan dendam bila ditindaklanjuti akan menjadi kejahatan yang luar biasa. Itulah yang terjadi dalam diri orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terhadap Yesus. Ketidakpuasan dan kemarahan bisa juga terjadi dalam diri setiap orang terhadap Tuhan Allah. Banyak orang bercerita bahwa sekarang ini dirinya sedang marah dan jengkel terhadap Tuhan Yesus. Marah terhadap Tuhan? Ada! Itu selera pemberani! Tindakan iblis!

Yesus menghindar dari jebakan. Karena memang Dia datang ke dunia, bukan untuk dikuasai dan menjadi dunia, Dia tidak mau dimatikan dunia, Yesus datang malahan untuk menyelamatkan dunia!

"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" tegas Yesus. Yesus tidak mau menghakimi perempuan itu, Yesus malahan menegur mereka semua, dan sepertinya bukan saja orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang kena hantam, tetapi juga semua orang yang mendengarNya, karena "setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua".

Berdosa adalah kenyataan hidup! Semua orang terkontaminasi dosa, kecuali Maria yang memang terkondisi terkandung tanpa noda dosa. Lepas dari soal jebakan tentang perzinahan tadi, Yesus mengingatkan setiap orang yang mendengarNya bahwa dosa selalu menyelimuti hidup semua orang. Seluas keberadaan saya demikian juga luasnya saya jatuh dalam dosa. Dan ternyata, sangat dalam juga refleksi orang-orang yang mendengarkan Dia: dengan bertambahnya pengalaman hidup seseorang, bertambah pula kemungkinan seseorang jatuh dalam dosa; maka dengan sadar 'pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua' ketika Yesus mengatakan : 'barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'.

Ternyata setiap orang orang yang datang kepadaNya juga pernah berdosa. Hal itu tampak dari tindakan mereka semua yang meninggalkan Yesus seorang diri dengan perempuan tadi, dan tidak ada yang berani melemparnya dengan batu. "Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Kata  Yesus: Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang". Penegasan kepada perempuan ini juga diberikan kepada semua orang yang memang untuk berani datang kepadaNya; tidak mau dikuasai oleh dosa melainkan hanya oleh kasihNya sendiri.

Harapan dan ajakan Yesus inilah yang juga ditegaskan oleh Paulus dalam bacaan kedua tadi yang mengajak melupakan dan meninggalkan masa lampau dan berani melangkahkan kaki ke masa depan yang lebih ceria. "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus".

Bacaan pertama pun juga demikian, Allah akan membuat langit dan bumi baru: "janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku".

Ya Yesus, ingatkanlah kami agar kami tidak mudah menggampangkan Engkau, menyepelaikan dan merendahkan kuasaMu. Engkau memang berkuasa dan bahkan memberi kami kemampuan untuk berkata-kata, berpikir dan mempunyai segala kemampuan dan talenta; buatlah kami menggunakan segala fasilitas hidup yang kami miliki dengan tetap berani meminta bantuanMu. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening