Rabu Prapaskah IV, 17 Maret 2010

Yes 49: 8-15  +  Mzm 145  +  Yoh 5: 17-30

 

"Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga". Suatu pernyataan yang sungguh-sungguh berani dan menantang! Karena itu, tepatlah "bila orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah".

Dalam konteks social jaman itu memang pernyataan Yesus ini amatlah keras: Dia menyamakan diri dengan Allah. Kiranya telinga kita pun akan terasa gatal dan panas bila ada seseorang dari tengah-tengah kita mengatakan bahwa dialah Yesus yang akan mengakhiri jaman ini tepat tahun 2012 nanti; ia memang seorang yang pandai dan amat dermawan, bisa menyembuhkan orang sakit dan punya kemampuan telepatis dan mampu mengusir setan, ia sabar, murah senyum dan sederhana, dan ajarannya penuh wibawa, suaranya mantab dan meyakinkan, wajah ganteng kalau dia laki-laki, atau cantik kali bila ia perempuan, dan tubuhnya atletis, dan banyak orang terpesona akan penampilannya.

Namun bagi kita yang sekarang ini percaya kepada Yesus, karena memang telah melihat dan merasakan, mendengar dan mengalami kehadiranNya sendiri dalam Sabda dan Komuni kudusNya, penyataan Yesus tadi kiranya semakin memperdalam pengenalan kita kepadaNya. Yesus sungguh-sungguh hadir dan menampakkan Dia yang tidak kelihatan, Dia yang mengutusNya, Dialah Bapa di surge dan bahkan yang telah mengangkat kita menjadi putera-puteriNya sendiri.

"Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum". Penyataan Yesus inilah yang kiranya juga semakin meneguhkan kita untuk berani mendengarkan dan mendengarkan Dia, semakin hari semakin percaya kepadaNya, sebab dengan demikian kita akan beroleh hidup kekal, hidup bersama Dia. Yesus telah memperdengarkan suaraNya, pasti Dia tidak akan menariknya kembali, sebab 'Ia tidak dapat mengikari diriNya sendiri'. Dan itulah yang sudah ditegaskan semenjak dahulu dalam Perjanjian Lama. SabdaNya seperti dalam bacaan pertama tadi: "pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau", seandainya ada "seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau".

Ya Tuhan Yesus, kami percaya kepadaMu, dan semoga di masa Prapakah ini kami semakin menyadari kehadiranMu yang menyelamatkan; semoga peristiwa Paskah meneguhkan iman kepercayaan kami kepadaMu. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening