Rabu Prapaskah V, 24 Maret 2010

Dan 3: 14-28  +  Mzm  +  Yoh 8: 31-42

 

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" tegas Yesus. 'Dalam firmanNya' dimaksudkan adalah agar orang-orang  mentaati kemauan dan kehendakNya sendiri, mengikuti apa yang dikatakanNya; maka tentunya mereka yang ada dalam firmanNya berarti mereka hidup sebagai murid-muridNya, karena memang mereka bukan hanya saja pendengar firmanNya, melainkan juga pelaku-pelaku firmanNya; dan orang-orang yang demikianlah orang-orang yang mampu menentukan masa depannya, orang-orang yang mampu memilih yang terbaik bagi hidupnya, bukan saja untuk hidup yang sekarang ini, tetapi juga untuk masa depannya. mereka menjadi orang-orang yang bebas dan merdeka, yang tidak terikat kenyataan hidup sekarang ini, melainkan mampu mengarahkan hidup yang diidamkan setiap orang, yakni hidup yang tidak hanya berhenti di dunia ini, melainkan kehidupan kekal bersama Dia sang Pemberi hidup.

Orang yang hanya terikat dalam hidup sekarang ini berarti dia adalah orang yang tidak bebas dan tidak merdeka. Tidak bebas dari apa? Dari dunia itu sendiri yang secara kodrati sudah dikuasai oleh dosa. Maka bolehlah kita berkata bahwa orang yang amat terikat oleh hidup yang sekarang ini "adalah hamba dosa", karena memang ia tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Namun untuk itulah Dia datang, untuk mengingatkan mereka dan membebaskan mereka; Dia datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa; dan orang-orang yang mau mengikuti Dia akan menjadi orang-orang bebas dan merdeka.

"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu". Menjabat sebagai keturunan Abraham menjadi kebanggan banyak orang, tetapi yang menjadikan Abraham sebagai bapa bangsa tidak dikenal mereka, padahal Abraham menjadi bapa bangsa karena imannya yang mengamini firman dan kemauan Tuhan sendiri, namun 'firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu'.

Menjadi keturunan Abraham hanya sekedar kebanggan belaka, tetapi mereka tidak melakukan apa yang baik sebagaimana dilakukan Abraham sendiri. Karena itu Yesus menegaskan : "jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah", demikian juga kalau kamu mengaku bahwa "Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku". Semuanya tidak mereka lakukan, karena "kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri" tegas Yesus.

Kebenaran itu mutlak, dari kekal sampai kekal. Namun semuanya itu tidak dipahami oleh orang-orang Farisi. Mereka mengenal dan mempelajari Tuhan Allah secara sepotong-potong, mereka tidak mengenal Dia yang dari kekal sampai kekal itu kekal abadi kasih setiaNya. Mereka juga lupa mencatat pengalaman Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang pernah memukau raja Nebukadnesar, sebab hanya ada satu Allah yang benar dan setia. Kata Nebukadnesar seperti dikutip dalam bacaan pertama tadi: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu". Tidak ada allah lain, kecuali Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Ya Kristus Tuhan, dari kekal Engkau kekal, seringkali kami hanya berpangku pada pengalaman diri kami sendiri, dan lupa akan kehadiranMu yang tak mampu pahami semestinya. Maka bantulah kami untuk menyadari akan kehadiranMu yang menyelamatkan, sehingga mampu kami mengarahkan diri kami kepada masa depan yang lebih baik dan ceria. Tuhan, berkatilah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening