Sabtu Prapaskah III, 13 Maret 2010

Hos 6:1-6  +  Mzm 51  +  Luk 18: 9-14

 

Kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus menegaskan bahwa Dia memilih orang yang merendahkan diri, yakni sebagaimana diungkapkan dalam perumpamaan tadi: ada seorang Farisi dan pemungut cukai, keduanya sama-sama berdoa, tetapi "orang ini, si pemungut cukai pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak".

Kenapa Allah memilih yang satu yakni si pemungut cukai dan tidak dua-duanya, atau memilih sang Farisi 'yang telah berbuat baik, melakukan kehendak Tuhan dan bersyukur kepadaNya'? Itu  kehendak dan kemauan Tuhan sendiri, sebab memang hak prerogative Allah. Yesus pun pernah menegaskan 'cawanKu memang akan kamu minum, tetapi soal duduk di sebelah kanan atau kiriKu itu semua diberikan kepada orang-orang yang dikehendakiNya'.

Menjadi orang pilihan Tuhan adalah kehendak Tuhan Allah sendiri. Namun kalau kita lihat dengan teliti ada beberapa prinsip yang digunakan Tuhan Allah. Pertama, "barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan". Prinsip inilah yang dikumandangkan juga oleh Maria dalam magnificatnya 'Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa', dan tentunya dengan ucapan bahagia yang dikemukaan Yesus sendiri dalam kotbah di bukit.

Dan yang kedua adalah karena si Farisi tadi sudah tidak membutuhkan Allah, ia dapat memenuhi dirinya sendiri, ia sudah merasa lengkap dan sempurna, apalagi yang kurang? Ia merasa dan yakin keselamatan adalah haknya dia dan dia yang boleh menentukan. Ia memaperkan kebolehannya. Sedangkan si pemungut cukai merasa diri orang yang tidak sempurna, ia pendosa, dan ia tetap membutuhkan Allah, maka dia berseru-seru: "ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini". Ia dibenarkan karena memang masih membutuhkan Allah, ia masih minta dikasihani oleh Allah. Ia minta pengampunan! Dan  Dia sang Penyelamat datang untuk mencari yang hilang.

Kita semua adalah orang-orang berdosa; masa Prapaskah mengingatkan kita agar kita berani datang kepadaNya, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama hari ini. "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya".

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu berani bertobat dan bertobat, karena kami memang menghendaki keselamatan. Ajarilah kami ya Yesus mempunyai hati yang lemah lembut seperti hatiMu sendiri. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening