Sabtu Prapaskah IV, 20 Maret 2010

Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53

 

"Dia ini benar-benar nabi yang akan datang!". Itulah komentar orang-orang yang mendengar perkataan dan pengajaran Yesus. Ungkapan ini sungguh-sungguh menyatakan bahwa kedatangan sang Nabi ini benar-benar dinantikan. Para tentara pun, orang-orang yang berseberangan dengan Yesus dan bahkan tidak mengenalNya mengatakan: "belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!". Orang ini sungguh hebat. Dan banyak orang lain lagi mengatakan: "Ia ini Mesias".

Hanya persoalan sekarang berkaitan dengan asal-usulNya. "Mesias tidak datang dari Galilea!". "Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal". Padahal seorang Yesus yang tampil sekarang ini dikenal sebagai seorang Nazareth, orang Galilea, karena memang Ia dibesarkan di Nazareth. Mereka semua tidak tahu bahwa Yesus dilahirkan di Betlehem, dan memang Dia adalah keturunan Daud; kemarin kita merenungkanNya dalam silsilah anak Yusuf kerutunan Daud. Kerancuan semua itu terjadi karena memang belum ada database yang memberi acces secara penuh dan tepat seperti sekarang ini, apalagi didukung 'keterikatan' mereka dengam Perjanjian Lama amatlah kuat.

Sangat disayangkan, seandainya banyak orang percaya kepada seorang nabi dan seorang mesias yang bukan keturunan Daud, yang tidak lahir di Betlehem, yang tidak dinubuatkan dalam hukum Taurat, mereka ini, "orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!", mengapa mereka ini percaya kepada seorang nabi yang berasal dari Galilea? Inilah ungkapan penyesalan mereka; mereka hanya tahu bahwa kedatangan Mesias itu sudah dinubuatkan dalam PerjanjianNya, dan tidak ada yang lain.

Bagi kita yang sudah tahu dan mengenal Yesus dengan sejarahNya, kiranya Injil hari ini semakin meneguhkan kita bahwa memang kehadiran Yesus itu sudah diramalkan semenjak semula, Ia akan datang sesuai dengan jalurNya; semuanya sudah ditata dengan seksama. Dengan adanya ramalan dan nubuat ini, memang kemungkinan manusia jatuh dalam dosa dan bahkan akan melawanNya, sudah diketahui oleh Tuhan sang Empunya kehidupan ini. Tidak ada inisiatif dari pihak Allah untuk mengubahnya dan mengkondisikan manusia ciptaanNya untuk tetap dan terus dalam keadaan baik adanya; ada kemungkinan besar manusia jatuh dalam dosa dan binasa. Allah sungguh-sungguh memberi kebebasan kepada ciptaanNya untuk bertindak ini dan itu. Allah sangat menghormati ciptaanNya yang 'serupa denganNya' dan mempunyai martabat luhur itu. Namun Dia Allah tetap menampilkan diriNya sebagai Allah Bapa yang penuh kasih dan murahhati, yang 'berlari mendekati, merangkul dan mencium anaknya yang mati tetapi hidup kembali, yang hilang tetapi diketemukan kembali'.

Allah yang mahamurah itu datang secara nyata dalam diri Yesus. Dialah Mesias, Kristus Putera Allah yang hidup, yang memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Pengalaman orang-orang pada jaman itu kiranya juga mengajak kita setiap orang untuk tidak mudah terpaku dan terpesona seseorang dalam keadaan sesaat, kita diajak mengenal orang apa adanya dan berusaha mengenalnya secara menyeluruh, tidak mengenalnya secara sepotong-potong. Pengenalan menyeluruh tidak dimaksudkan mencari-cari tahu siapakah seseorang itu; mengenal orang apa adanya dan berusaha mengenalnya secara menyeluruh dimaksudkan mengenal dan mengerti seseorang sesuai dengan keberadaannya yang terbuka kemungkinannya untuk hidup berkembang pada kedewasaan pribadi yang mandiri dan utuh. Kurang tepat bagi saya melihat orang lain hanya sesuai dan sebatas mata saya memandang.

Ya Tuhan Yesus, semoga di masa Prapaskah ini kami semakin memahami program penyelamatan Allah yang terpenuhi dalam diriMu, semoga kami semakin berani menyatukan diri kami hanya kepadaMu yang mau menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kami. Yesus, murnikanlah hati kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening