Selasa Prapaskah II, 2 Maret 2010

Yes 1: 16-20  +  Mzm 50  +  Mat 23: 1-12

 

Kita tahu para ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada jaman Yesus adalah para tokoh terhormat dalam masyarakat. Mereka harus disegani dan dihormati, mereka adalah para penatua umat beriman. Namun Yesus Tuhan yang tahu benar siapakah mereka itu mengingatkan kepada para muridNya: "turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya". Mereka tetap harus dihormati dan disegani, bahkan apa yang mereka ajarkan harus diikuti dan dilaksanakan, tetapi tindakan dan perbuatan mereka tidak perlu diteladani. Sebab mereka adalah orang-orang munafik!

Mereka mengajarkan tetapi tidak melakukan, hidup mereka itu bagaikan mengikat beban di pundak orang lain, tetapi mereka tidak menyentuhnya sama sekali; malahan mereka mencari dan mencari penghormatan. Mereka suka dipanggil guru, pemimpin dan bapa; hanya satu Guru, Pemimpin dan Bapamu yakni Tuhan Allah Bapa di surge yang telah mengutus sang Putera, Kristus Tuhan yang menyelamatkan umatNya. Mereka orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sungguh-sungguh orang munafik.

Yesus sebaliknya mengingatkan semua orang agar berani melayani dan melayani, terlebih mereka yang mempunyai kemampuan dan kedudukan dalam kumpulan umat atau masyarakat. Yesus menegaskan : "barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu". Pemimpin atau penatua atau pengemuka harus berani melayani sesamanya,  'kita yang kuat harus membantu mereka yang tidak kuat'. Malahan orang yang "meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

Kepada para pemimpin yang hanya mencari kepuasan diri, bacaan pertama dari kitab Yesaya juga mengingatkan: "hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora: basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya".

Saya hanya seorang kecil, saya seorang awam, saya bukan pemimpin, saya bukan pengurus Gereja! Benar! Tetapi tidak dapat disangkal setiap orang adalah pemimpin dirinya sendiri, setiap orang wajib mengurus dirinya sendiri, dan kecenderungan untuk memuaskan diri sangatlah kuat dalam diri setiap orang. Karena itu, Yesus pun selalu mengingatkan kita agar berani menyangkal diri dan memanggul salib, dan siap melayani sesame sebagai wujud nyata dari cinta kepada Tuhan.

Yesus, kuduskanlah hati kami, basuhlah diri kami, ingatkanlah kami untuk berbuat adil dan baik kepada semua orang. Yesus, ajarilah kami melakukan apa yang kami dengar dan kami baca dari InjilMu, sebab hanya padaMulah kami berharap. Yesus, bantu kami orang yang lemah ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening