Selasa Prapaskah V, 23 Maret 2010

Bil 21: 4-9  +  Mzm 102  +  Yoh 8: 21-30

 

"Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini" tegas Yesus. Inilah yang membedakan kita dengan Dia; kita manusia dari dunia ini dan Yesus itu Tuhan dari Atas, Empunya kehidupan ini. Namun kita tidak akan tenggelam dalam dunia dan menjadi dunia, kalau kita percaya kepada Dia yang datang dari atas, kita akan diangkat bersama Dia. Kepercayaan kita manusia kepadaNya membebaskan kita dari ikatan dunia ini, yakni dosa yang membinasakan; percaya kepadaNya akan selamat, karena itu, Yesus menegaskan "jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu".

Kapan itu terjadi dan kapan itu mulai? Ketika Dia ditinggikan di kayu salib, ketika Dia mengalahkan musuh manusia yakni maut. Yesus sadar sungguh bahwa pada saat itulah semua terjadi dan pada saat itulah semua orang percaya kepadaNya. "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya". Semuanya itu terjadi di kayu salib, karena memang Dia datang untuk membebaskan manusia dari jerat dosa dan maut dan mengajaknya kepada kehidupan kekal bersamaNya.

Peninggian Yesus telah dihadirkan oleh Tuhan Allah sendiri dalam sejarah perjalanan Israel yang bersungut-sungut kepadaNya; mereka dibiarkan melawanNya, tetapi konsekuensinya adalah kebinasaan ataupun petaka. Namun pada akhirnya, banyak orang tetap hidup dan dihidupkan karena memandang ular tembaga yang dikehendakiNya. "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup". Itulah tadi yang diceritakan dalam bacaan pertama dari kitab Bilangan.

Peninggian Yesus di kayu salib juga akan kita rayakan kembali secara khusus dalam Paskah nanti, karena memang berkat kematian dan kebangkitanNya kita beroleh rahmat kemuliaan bersamaNya, kita ikut mati dan bangkit bersamaNya, kita tetap hidup bersamaNya dan menikmati kemuliaan surgawi bersama para kudusNya. Semuanya itu akan kita nikmati setelah kita mengakhiri hidup kita di dunia ini. Rahmat kebangkitan mendahului kita dalam menghadapi kematian.

Ya Yesus teguhkanlah iman dan harapan kami untuk menikmati hidup terus bersamaMu, yakni hidup kekal bersamaMu. Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu agar kami sampai kepadaMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening