Senin Prapaskah III, 8 Maret 2010

2Raj 5: 1-15  +  Mzm 42  +  Luk 4: 24-30

 

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya", kata Yesus. Semuanya ini dikatakan Yesus ketika Ia berada di bait Allah di Nazaret kampong halamanNya; dan memang pada waktu itu Dia ditolak orang-orang sekampungNya. Seharusnya mereka bangga dan kagum bahwasannya di antara mereka ada orang yang mempunyai kemampuan dan talenta yang tinggi. Mungkin mereka semua yakin akan ucapan 'mungkinkah ada yang dibanggakan dari Nazareth?'. Mereka sepertinya sulit untuk berbangga atas dirinya sendiri! Ini halangan bagi pribadi untuk melangkahkan diri ke depan.

Penolakan dan ketidakpercayaan akan Tuhan dan UtusanNya tidak membawa berkat, bisa-bisa mendatangkan celaka. Yesus mencontohkannya tadi kepada mereka pengalaman Elia yang diutus kepada janda di Sarfat dan bukan janda yang ada di Israel, demikian juga Naaman orang Syria yang mengalami kasih penyembuhan Tuhan atas penyakit lepranya melalui Elisa, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Kepercayaan akan Tuhan mendatangkan keselamatan. Dalam proses penyembuhan Yesus selalu menekankan hal ini: 'imanmu telah menyelamatkan engkau' dan orang itu menjadi sembuh.

Kiranya perlu kita perdalam iman kepercayaan kita, terlebih dalam masa Prapaskah ini, kita diajak berlatih secara khusus untuk memperdalam iman dan harapan kita, dan  yang akan kita perbaharui dalam perayaan Paskah nanti. Sebab kita adalah orang-orang yang percaya akan kematian dan kebangkitan Kristus, dan berkat kepercayaan itu kita beroleh hidup kekal. Sebab memang Dia mau mati menjadi tebusan bagi banyak orang, dan bukannya dimatikan banyak orang! Kematian adalah pilihan hidupNya, Yesus sadar betul akan hal itu;  dan Dia bukannya dimatikan, maka  ketika banyak orang "menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi".

Ya Yesus, teguhkanlah hati kami agar kami semakin hari semakin berani menerima kehadiranMu yang menyelamatkan, walau kami sadari bahwa menerima Engkau berarti kami harus menyangkal diri dan mengkhususkan diri kami hanya untuk Engkau dan bukan untuk yang lain. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening