Senin Prapaskah IV, 15 Maret 2010

Yes 65: 17-21 +  Mzm 30  +  Yoh 4: 43-54

 

Dalam kesulitan orang cenderung mendapatkan sesuatu yang mengagetkan, tanpa usaha dan harus instant. Karena dia telah merasa berjuang dan berjuang, dan ia telah berbuat baik kepada yang lain; bila semuanya ini tidak mendapatkan perhatian ia akan menyalahkan orang lain, menyalakan lingkungan dan kondisi alam sekitarnya, bahkan sang Penguasa hidup ini menjadi sasaran omelan dan celoteh. Jangankan dalam kesulitan, dalam keseharian saja orang membutuhkan perhatian dan sapaan. Anak sulung yang kita renungkan kemarin, 'mungkin' kurang mendapatkan sapaan dalam kesehariannya, maka dia merasa jengkel dan cemburu, bila orang lain mendapatkan sapaan ataupun pemberian, padahal dia telah merasa banyak berjasa. Tanpa sentuhan, tiada goyangan. Apa memang harus demikian hidup ini? Apakah seseorang hidup hanya karena ada pemberian, tanpa usaha dan perjuangan? Kiranya tidak! Justru orang diundang untuk berani berusaha dan berusaha guna mendapatkan sesuatu, berakit-rakitlah ke hulu, berenang-renang ke tepian. La cikais la man.

Demikian juga dalam hidup rohani yang nyata konkrit. "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya" tegas Yesus dalam Injil hari ini. Tak jarang orang 'semakin beriman' setelah mendapatkan karunia, rejeki atau mukjizat dari Tuhan. Iman sinterklas! Itulah yang ditemukan Yesus dalam hidup banyak orang. Tanpa sapaan, tanpa sentuhan, iman seperti itu akan luntur. Masihkan iman seperti itu mendatangkan keselamatan?

Hari ini Yesus mensharingkan perjumpaanNya dengan seorang pegawai istana yang minta supaya anaknya disembuhkan. Ia berseru: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati". Kata Yesus kepadanya: "pergilah, anakmu hidup!".  Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Dan sungguh anaknya hidup. Ia percaya dan percaya, dan akhirnya menikmati hasilnya: anaknya sembuh.

Hari ini kita juga diajak untuk percaya bahwa Tuhan akan membuat masa depan kita lebih baik adanya. SabdaNya: "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak".

Yesus, bantulah kami agar kami semakin hari semakin percaya kepadaMu, bukan karena kemapanan hidup, tetapi karena sabdaMu yang menyelamatkan. Yesus bantulah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening