Senin Prapaskah V, 22 Maret 2010

Dan 13: 41-62  +  Mzm 23  +  Yoh 8: 12-20

 

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" kata Yesus. Orang  yang mengikuti Yesus tidak akan cupet pikirane. Ia akan mudah berikhtiar karena terang Roh Kudus yang menyertaiNya, karena Yesus sendiri menjadi terang hidupnya; ia akan mudah melangkahkan kakinya ke depan karena dia tahu ke mana harus pergi. Dalam kegelapan, orang tidak bisa mampu bergerak ke mana-mana, lain dengan mereka yang berada dalam kuasa cahaya benderang, ia tahu benar akan apa yang hendak dilakukannya karena memang ia hidup dalam terang.

Yesus, buatlah kami setia mengikuti Engkau, mengarahkan diri kami ke atas dan bukan apa yang ada di bawah, supaya kami dapat melangkahkan kaki kami ke masa depan yang lebih ceria dan baik. Yesus, jadilah terang hidup kami, Amin.

Banyak orang yang semakin percaya kepada Yesus, hanya saja mereka masih ragu-ragu, karena tidak banyak orang, dan bahkan tidak ada orang yang mengenal Dia dengan baik. Dan  dalam kenyataan Yesus memperkenalkan diriNya sendiri, Ia bersaksi tentang diriNya sendiri, karena itu orang-orang Farisi mengajukan protes kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar".

Namun Yesus menegaskan, kata-Nya: "biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku". Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh mengandalkan Bapa sendiri, sebab Dialah Kebenaran sejati. Yesus menyatakan DiriNya itu berasal dari Bapa dan akan kembali kepadaNya. Kesaksian yang diberikan Yesus ini tentunya lebih luhur dan mulia, karena kesaksian dari Allah, dan kesaksian Allah benar adaNya.

Tidaklah demikian dengan kesaksian manusia! Bacaan pertama sekedar memberi contoh bahwa kebenaran manusia itu disangsikan oleh manusia sendiri. Kita dapat juga membandingkan dengan kebenaran-kebenaran yang sempat terjadi di negara kita sekarang ini yang memang mudah diperjualbelikan di sana sini; ada uang ada kebenaran.

Kesaksian akan Yesus tidak tidaklah sama dengan kesaksian antar sesama kita. Kesaksian akan Yesus dapat diperoleh kalau kita semakin mengenal Dia sendiri; saya dapat mengenal Yesus dengan baik bukan dari kesaksian orang lain yang bercerita tentang Dia, saya dapat mengenal Dia kalau memang saya berusaha merasakan dan mengalami Dia sendiri, pengenalan saya akan Dia berasal dari pengenalan saya dengan Dia. Pengenalan saya akan Dia tidak bisa berasal dari pengenalan orang lain terhadapNya. Sangat unik pengenalan akan Dia!

Kesulitan orang-orang Farisi tidak mengenal Yesus, karena memang tidak mau mengenal Dia apa adaNya. Kesaksian tentang Yesus sulit diperoleh kalau kita tidak mengenal Dia dengan baik; apalagi kesaksian dari Bapa tentang Yesus yang diutusNya. "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku".

Ya Yesus, perdalamlah iman kami kepadaMu, dan janganlah kami merasa cepat puas untuk mengenal Engkau sebab Engkau Mahaagung dan luar biasa; pengenalan kami akan Engkau amat terbatas. Yesus, bantulah kami dengan terang Roh KudusMu selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening