JUMAT AGUNG

2 April 2010

Yes 52:13 – 53:12: 1-8 + Ibr 4: 14-16; 5: 7-91 + Yoh 18:1 – 19:42



"Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa". Pernyataan ini menegaskan bahwa Yesus tahu benar apa yang akan terjadi dengan diriNya; dan semuanya itu akan terjadi tepat bersamaan pada saat hari raya Paskah orang-orang Yahudi. Apa yang akan terjadi? Dia akan beralih dan kembali kepada Bapa, karena memang sebentar lagi Ia akan menyelesaikan tugas perutusanNya: Dia akan mati di kayu salib dan pada hari ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati!

Hari ini semuanya terjadi! Ia menderita dan menyerahkan nyawa bagi orang-orang yang dicintaiNya. Bagi orang-orang yang dicintaiNya, apa ada yang tidak dicintaiNya? Tidak ada! Semua orang dicintaiNya, karena memang semua orang adalah ciptaanNya, semua orang adalah milikNya, sebab memang Dialah Empunya kehidupan ini. Ia mencintai dan menerima semua orang tanpa terkecuali, walau mereka adalah orang-orang berdosa, ada yang melawan Dia dan ada yang menyangkal Dia, ada yang mengolok-olok dan mengejek Dia, ada memfitnah dan ada yang berkhianat, dan bahkan ada yang berteriak-teriak dengan lantang : salibkan Dia, salibkanlah Dia.

Kita juga telah merenungkanNya di jalan salibNya, pemberhentian demi pemberhentian Dia lalui dengan penuh kesabaran dan derita, Yesus tidak mau menghindari semuanya itu, semuanya Dia rasakan dan Dia alami; Yesus "turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya".

Di akhir hidupNya, tadi Yesus berseru "sudahlah selesai", karena memang Ia baru saja menyelesaikan tugas perutusanNya yang diberikan Bapa, Ia datang dari Bapa dan kembali kepada Bapa, Yesus tidak mati, apalagi dimatikan oleh orang-orang yang melawanNya, Ia telah menyerahkan nyawaNya menjadi kurban tebusan bagi semua orang. Ini bukan permainan kata-kata, Yesus sungguh-sungguh menyerahkan nyawa kembali kepada Bapa pada waktu Ia ditinggikan di kayu salib ini dan menarik semua orang datang kepadaNya. Dia hanya melakukan tugas yang dikehendaki BapaNya.

Ya Yesus, Engkau menyerahkan nyawa kepada Bapa di surge, Allah yang mengutus Engkau. Semoga kami pun berani menyrahkan diri kami hanya kepadaMu; "ya Bapa, ke dalam tanganMu kupercayakan jiwaku", semoga Mazmur ini menjadi lagu panduan kehidupan kami sehari-hari, amin.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening