Jumat dalam Oktaf Paskah, 9 April 2010

Kis 4: 1-12  +  Mzm 118  +  Yoh 21: 1-14

 

Yesus  menampakkan kembali kepada para murid-muridNya ketika mereka sedang sibuk bekerja. Kesibukan mereka membuat mata mereka tidak mengenali Yesus yang hadir. Sapa Yesus kepada mereka: "hai saudara, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada". Maka kata Yesus kepada mereka: "tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh". "Lalu mereka menebarkannya".

Aneh tapi nyata: mereka tidak mengenalNya tapi mereka menjawab pertanyaan yang diajukanNya, dan lagi mereka mengikuti apa yang diperintahkanNya; mereka menebarkan jala, bukan di sebelah kiri, tetapi di sebelah kanan perahu sebagaimana yang dikehendakiNya. Kita boleh melihatNya: Yesus yang hidup itu berkuasa sungguh atas manusia ciptaanNya, Ia tinggal memerintah apa yang dimauiNya, dan manusia akan mengikutiNya dengan taat!

Ia menyampaikan perintah dan mereka taat, tapi Yesus tidak menunjukkan siapa diriNya seperti perjumpaan kemarin yang kita renungkan dalam misa kudus yang mengatakan: 'inilah Aku, Aku sendirilah ini'. SepertiNya Yesus mempunyai maksud tertentu. Ia hadir bukan hanya dalam pertemuan bersama, dalam doa seperti yang kemarin mereka lakukan, Ia hadir juga dalam kehidupan sehari-hari, Ia hadir di tengah-tengah kesibukan dan pekerjaan ciptaanNya.

Dan sungguh, setelah mereka menebarkan jalanya "mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan". Mereka mendapatkan banyak ikan, padahal  sebelumnya mereka tidak mendapatkan seekorpun; sungguh di luar dugaan, sungguh mengejutkan dan luar biasa, di luar kemampuan mereka! Namun murid yang dikasihiNya mampu menangkap hal yang luar biasa itu; katanya kepada Petrus: "Itu Tuhan!". Ketika Petrus mendengar, bahwa Dia itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Inilah yang kiranya dimaksudkan Tuhan Yesus dengan memberi perintah kepada para muridNya tetapi  tidak menyatakan diriNya: mampukah mereka melihat dan merasakan kehadiranNya, mampukah mereka menangkap perhatian dan belaskasihNya? 'Mengalami berkat dan kasih Tuhan' dinikmati oleh banyak orang, tapi mungkin tak banyak orang berseru: 'Itu Tuhan' ketika mengalami berkat dan kasihNya.

Menebar jala mencari ikan adalah pekerjaan mereka, itulah kebiasaan mereka sehari-hari. Pengalaman Yohanes, murid yang dikasihiNya ketika mendapatkan hasil pekerjaan, terlebih mendapatkan hasil yang di luar dugaan, dan merasakan kehadiran Dia sumber kehidupan, kiranya juga menjadi pengalaman hidup kita bersama yakni: merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan, sebab hanya dalam kasihNya kita beroleh kekuatan, kita menikmati anugerahNya.

Kiranya perayaan Paskah kali ini sungguh-sungguh semakin menambah dan menumbuhkan iman dan kepercayaan kita bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh mengasihi kita. Yesus mengasihi setiap orang, Yesus memperhatikan dan mencintai umatNya;  kiranya pengalaman Yohanes menjadi pengalaman dan konsep hidup kita yakni mau terus-menerus merasakan kasih Allah, Allah sungguh-sungguh memperhatikan kita. Orang yang merasakan dan menyadari bahwa Allah mengasihinya adalah orang yang mampu merasakan kasih dan bantuan Allah dalam setiap langkah dan usahanya; sebaliknya orang yang tidak mau merasakan dan tidak mau menyadari bahwa Allah mengasihinya adalah orang yang tidak merasakan bantuan dan kasih Tuhan, walaupun Allah selalu memperhatikan dan menjaga umatNya. Kiranya Paskah semakin menyadarkan kita akan kehadiranNya.

Yesus, bukalah hati dan budi kami agar kami semakin merasakan kehadiranMu yang menyelamatkan itu. Yesus, tambahkanlah iman dan pengharapan kami ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening