Kamis dalam Oktaf Paskah, 8 April 2010

Kis 3: 11-26  +  Mzm 8  +  Luk 24: 35-48

 

Yesus sepertinya memprogramkan sungguh penegasan diriNya bahwa Dia hidup. Setelah berjumpa dengan beberapa orang muridNya secara pribadi dengan mereka masing-masing, kini waktunya Dia menampakkan diriNya di depan mata mereka secara bersama-sama. Semua mereka tercengang, kaget dan ragu-ragu dengan kehadiranNya. Yesus menegur mereka: "mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku". Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Yesus menyatakan diriNya bahwa diriNyalah yang tersalib itu.

Ia hidup seperti semula, Ia hidup seperti mereka semua walau dalam keadaan baru dan mulia. "Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: adakah padamu makanan di sini? Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka".

Akhirnya Yesus menegaskan kembali bahwa apa yang dilakukanNya adalah pemenuhan kehendak Allah Bapa sendiri yang semenjak awal mau menyelamatkan umat manusia. "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem". Dan semuanya ini tidak berakhir dengan kebangkitanNya dari alam maut, Yesus mengundang para muridNya untuk terlibat di dalamnya untuk mengundang semua orang agar berani menikmatiNya. "Kamu adalah saksi dari semuanya ini" tegas Yesus.

Yesus telah menyatakan bahwa diriNya hidup, maka para muridNya pun diundang untuk mewartakan bahwa Dia hidup, sebab Ia telah mengalahkan maut. Para muridlah yang menjadi saksi dari semuanya ini, sebab mereka telah berjumpa, berbicara dan bertatpmuka dengan Yesus yang hidup. Bacaan pertama menunjukkan betapa beraninya mereka mewartakan dan mengaskan siapakah Yesus itu. "Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi".

Ya Yesus, Engkau bangkit dari maut hanya demi keselamatan kami sebagaimana sudah dirancangkan Bapa sendiri semenjak semula, maka kami mohon teguhkanlah iman kami agar kami semakin setia kepadaMu. Yesus, bantulah kami yang sering jatuh dalam dosa ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening