Kamis Paskah III, 22 April 2010

Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

 

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal". Inilah tegas Yesus berulang kali, agar semua orang berani percaya kepada Dia yang diutus Bapa di surge. Namun demikian, walaupun adanya hal dan kebebasan seseorang dalam berusaha dan berusaha menikmati keselamatan, Allah tidak tinggal diam. Ia selalu membantu dan membantu umatNya untuk datang kepada sang PuteraNya. Inilah kerjasama dalam karya penyelamatan. Karena itu, Yesus menegaskan: "tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman". Allah tahu bahwa hanya dengan mengandalkan kekuatan insane, seseorang tidak akan sampai kepada Dia sang Empunya kehidupan, sebab kelemahan kodrati tak jarang menghalangi kemauan baik seseorang dalam mengejar kehidupan, sebab 'daging itu lemah dan roh itu penurut'.

Hal kedua yang ditegaskan dalam Injil hari ini adalah kebutuhan manusia bantuan dari Allah; manusia hendaknya berani meminta bantuan dari Tuhan, sebab bantuan dari Allah adalah syarat mutlak yang harus didapat seseorang dalam mengejar kehidupan' dengan menikmati bantuan dari Allah berarti seseorang yang  siap sedia untuk 'ia ditarik oleh Bapa'.

Kebutuhan akan bantuan dan rahmat Allah dilukiskan Yesus sendiri sebagaimana seseorang yang membutuhkan roti atau makanan dalam hidupnya sehari-hari. Tegas Yesus: "Akulah roti hidup", bukan seperti manna yang turun di padang gurun dahulu; manna adalah sekedar anugerah rejeki Tuhan Allah kepada umatNya, sebatas agar kebutuhan pangan mereka terpenuhi, karena itu "nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati". Yesus bukanlah seperti manna di padang gurun, Yesus adalah roti kehidupan!  Karena itu, "barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia".

Dengan kepercayaannya seseorang berusaha mendapatkan kehidupan dan diapun sekaligus dibekali oleh Allah untuk semakin siap sedia dan segera menikmati keselamatan itu. Bacaan pertama menceritakan dengan indah bagaimana kerjasama dalam mengejar keselamatan itu: ada seorang sida-sida yang mau dan berani membaca Kitab Suci, ini berati ada usaha baik dari seseorang untuk mendengarkan sabda kehidupan, dan Tuhan memperhatikannya. Maka Dia mengutus hambaNya untuk membantu orang sida-sida itu mengenal Allah. KataNya: "bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza". Dan Filipus melaksanakan perintahNya. Dan pada akhirnya, sida-sida mengambil sebuah keputusan : "lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?". Ia pun dibaptis; semua ini bisa terjadi karena ada kemauan dari dalam dirinya dan karena bantuan Tuhan Allah sendiri.

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami setia mendengarkan sabdaMu dan menerima roti hidup agar pada akhirnya kami kelak boleh menikmati kehidupan kekal bersama Engkau. Yesus, semangatilah kami yang mudah putus asa ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening