Kamis Paskah IV, 29 April 2010

Pw. Santa Katarina dari Siena

Kis 13: 13-25  +  Mzm 89  +  Yoh 13: 16-33

 

"Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya", kata Yesus. Ada sesuatu yang baru dari apa yang dikatakan ini? Tidak ada! Semua orang sudah tahu: kalau seorang tuan itu pasti lebih tinggi dari para hambanya, demikian seseorang yang mengutus pasti lebih tinggi dan terhormat daripada mereka yang diutusnya.

Namun dalam karya pelayanan kasih tidaklah demikian. Pelayanan terhadap sesame seharusnya tidak mengenal hirarki jabatan, usia dan struktur social! Cinta kasih itu terbuka terhadap semua. Tuhan Yesus sendiri menyatakan dan mencontohkan semuanya ini dalam proses inkarnasi yang solidaritatif. Ia yang adalah Tuhan, mau menjadi manusia dan melayani semua umatNya. Demikianlah semua orang yang percaya kepadaNya, hendaknya meneladani dan mencontohnya. Karena itu, kata Yesus: "berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya".

Kalau kemarin Yesus mengatakan : "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku", hari ini Yesus melanjutkan penyataanNya itu dengan mengatakan: "barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku". Yesus menyatakan hal ini karena program penyelamatan yang solidaritatif itu tidaklah berhenti karena kepergianNya dari tengah-tengah muridNya. Ia akan mengutus orang-orangNya untuk mendampingi dan menemani kita semua dalam mengejar kesempurnaan; dan Ia akan selalu turut serta dalam karya pastoral, karya penggembalaan GerejaNya, Ia akan hadir dalam diri orang-orang yang diutusNya, karena itu 'barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku".

Apakah setelah kehadiranNya tidak muncul lagi orang-orang besar seperti para Hakim-hakimNya, Saul, ataupun Daud dan Yohanes sebagaimana dikatakan Paulus dalam bacaan pertama tadi? Kiranya sikap Yohanes yang menegaskan: 'aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak', juga menjadi sikap kita kaum beriman dalam menerima para utusanNya.

SabdaNya ini sekaligus juga meneguhkan dan menguatkan mereka yang diutusNya, karena mereka mendapatkan jaminan bahwa Dia yang mengutus, tidak meninggalkan mereka, malahan tetap mendampingi dan menyertai mereka. Yesus tau semuanya itu, karena mereka adalah 'nabi-nabi yang tidak dihormati di daerah asalnya' dan lagi perutusan mereka itu bagaikan 'domba pergi ke tengah-tengah serigala'.

Ya Yesus Kristus, banyak saudara-saudari kami yang bekerja mewartakan sabdaMu di daerah-daerah pedalaman yang jauh dari keramaian kota, kiranya Engkau selalu memperhatikan mereka dan memberikan penghiburan rohani kepada mereka sehingga mereka selalu bersukacita dan bergembira di tengah-tengah karya pelayanan mereka. Yesus, berkatilah mereka selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening