Minggu Paskah II, 11 April 2010

Kis 5: 12-16  +  Why 1: 9-13  +  Yoh 20: 19-31

 

Kematian Yesus secara sosio-politis memang menimbulkan gejolak social yang dashyat, karena memang kehadiranNya menjadi perbincangan banyak orang. Lembaga-lembaga keagamaan dan politik ikut ambil bagian. Kematian Yesus menggoncangkan kemapanan social. Apalagi tersebar kabar bahwa Ia hidup! Ia tidak mati, tetapi Yesus hidup.

Wajarlah kalau para pengikutNya sekarang ini dalam ketakutan dan kegalauan.  Tepatlah pantauan Yohanes yang mengatakan: "ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi". Suasana lingkungan social yang demikian memang mau tidak mau mempengaruhi para muridNya. Kesetiaan mereka terombang-ambing, jiwa mereka bergejolak karena takut.

Yesus yang tahu benar dan mengenal baik umatNya, Yesus yang mencintai para muridNya menyadari sungguh kondisi mereka semua. Maka Ia hadir dan mengunjungi mereka guna menegaskan bahwa Ia hidup, Ia telah menguasai kehidupan dan kematian. Ia menampakkan diri dan mengyakinkan mereka, Ia pun "menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka". Situasi social yang bergejolak menuntut adanya keyakinan diri yang kuat dan teguh, karena itu pantaslah "murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan". Kehadiran Yesus sungguh-sungguh  memberi keberanian kepada mereka, 'murid-murid itu bersukacita'.

Kemauan Yesus untuk menunjukkan diri bahwa Dialah yang tersalibkan itu agar para muridNya percaya, juga menjadi pemikiran Tomas. Kita harus melihat sikap Tomas ini sangat-sangat positif, 'bagaimana ia dapat mewartakan kalau ia belum pernah mendengar, bagaimana ada yang akan mendengar kalau memang tidak ada yang mewartakan', Tomas ingin meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum ia bertindak; walaupun teman-temanya telah memberitahukan 'kami melihat Tuhan', tetapi "sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya".

Yesus mengabulkan permohonannya, sabdaNya: "taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah". Jawab  Tomas: "ya Tuhanku dan Allahku!".

Kemauan baik dan pemikiran Tomas patut dibanggakan. Itulah kemauan insane! Namun ingat: karya keselamatan tidak ditentukan oleh manusia, karya keselamatan adalah program dan kemauan Allah, Allah yang mengatur, Allah sendiri memimpinnya. Tomas, para murid dan kita semua hanyalah pelaku-pelaku yang diundang Allah untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan. Paulus mengingatkan kita: 'aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan'.

Karena itu, Yesus dalam kunjunganNya tadi membalik kemauan Tomas dan tidak menyandarkan pada kemampuan ragawi manusia, Yesus memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bersamaNya, asal dia percaya kepadaNya. Tegas Yesus: "karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Kesetiaan seseorang kepada Kristus tidaklah ditentukan oleh kemampuan ragawi, melainkan kepercayaan. Kesetiaan seseorang tidak bisa diukur dari kekayaan dan fasilitas hidup yang dimiliki, kesehatan yang prima atau postur tubuh yang ideal, kesetiaan seseorang kepada Dia yang telah bangkit dan hidup  tampak dalam kepercayaan dan keberserahan dirinya kepada Allah. Kepercayaan mewarnai keseharian hidup seseorang!

Kepercayaan inilah yang memang terus-menerus ditegaskan Yesus, sebab dengan percaya berarti seseorang menanggapi undangan untuk beroleh keselamatan daripadaNya. Acapkali Yesus menegaskan: "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yoh 11: 25-26).

Kiranya dengan perayaan Paskah selama sepekan ini iman kepercayaan kita semakin hari semakin tumbuh. Yohanes  sebagai orang yang akrab dalam mengalami hidup bersama Kristus menasehatkan kita agar semakin tumbuh dalam iman kepadaNya. Hendaknya "kamu percaya, katanya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya", sebab Dia sang Anak Manusia memintanya sendiri, kataNya: "jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini".

Yesus, teguhkanlah hati dan budi kami agar kami semakin hari semakin berserah diri kepadaMu; kiranya iman kepercayaan kami menjadi warna cemerlang dalam hidup kami sehingga hidup kami memancarkan sukacita dan terang bagi sesame, sehingga merkea yang melihat 'memuji Bapa di surga'. Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening