Minggu Paskah III, 18 April 2010

Kis 5: 27-41  +  Why 5: 11-14  +  Yoh 21: 1-14

 

Di hari Minggu Paskah III ini, Injil menceritakan Yesus  menampakkan kembali untuk ketiga kalinya kepada para murid-muridNya, ketika mereka sedang sibuk bekerja. Kesibukan mereka membuat mata mereka tidak mengenali Yesus yang hadir. Sapa Yesus kepada mereka: "hai saudara, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada". Maka kata Yesus kepada mereka: "tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh". "Lalu mereka menebarkannya".

Aneh tapi nyata: ditegaskan tadi bahwa mereka tidak mengenali Yesus, tapi mereka menjawab pertanyaan yang diajukan 'Seseorang yang tidak dikenalnya' itu, dan dan bahkan mereka mengikuti apa yang diperintahkanNya; mereka menebarkan jala, bukan di sebelah kiri, tetapi di sebelah kanan perahu sebagaimana yang dikehendakiNya. Kita melihat: Yesus yang hidup itu berkuasa sungguh atas manusia ciptaanNya, Ia tinggal memerintah apa yang dimauiNya, dan manusia akan mengikutiNya dengan taat!

Ia menyampaikan perintah dan semua ciptaan patuh kepadaNya. Ia bisa membuat segala-galanya tunduk dan taat kepadaNya. Namun dalam  program dan karya penyelamatanNya, Ia tidak melakukan semuanya itu. Ia hanya mengambil apa yang menjadi hakNya dan Dia tetap memberikan dan menghormati apa yang menjadi hak ciptaanNya.

Sebagaimana yang diperintahkan, para muridpun menebarkan jalanya, dan  "mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan". Mereka mendapatkan banyak ikan, padahal  sebelumnya mereka tidak mendapatkan seekorpun; sungguh di luar dugaan, sungguh mengejutkan dan luar biasa, di luar kemampuan mereka! Bagaimana semua ini bisa terjadi?

"Itu Tuhan!", tegas murid yang dikasihi Yesus, sebab hanya Tuhan yang mampu membuat segala hal yang luar biasa di luar kemampuan manusia, membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebab 'tidak ada yang mustahil bagi Tuhan'.

 Menebar jala mencari ikan adalah pekerjaan para murid Yesus. Mereka adalah para nelayan, itulah kebiasaan mereka sehari-hari. Itulah kepandaian mereka. Namun mereka baru saja melakukan suatu pekerjaan, yang di luar pemahaman dan pengertian mereka; mereka menebarkan jala seperti yang sebelum sebelumnya, tetapi tebaran kali ini di sebelah kanan perahu mendatangkan hasil yang melimpah dan luar biasa. Hanya hati dan budi yang sadar akan dirinya sebagai yang 'diciptakan sesuai dengan gambarNya' dan peka akan kehadiran sang Ilahi dapat berseru: 'Itu Tuhan'.

"Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti". Tadi ditanyakan adakah lauk pauk, tetapi sekarang semuanya sudah tersedia. Dia yang adalah Tuhan itu mampu membuat segala-galanya ada!   "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu…, marilah dan sarapanlah". Merekapun sarapan, dan tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: Siapakah Engkau? Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

Kiranya perayaan Paskah kali ini sungguh-sungguh semakin menambah dan menumbuhkan iman dan kepercayaan kita bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh mengasihi kita. Yesus mengasihi setiap orang, Yesus memperhatikan dan mencintai umatNya. Kiranya semakin menjadi kesadaran kita bersama bahwa kita akan 'dapat menangkap ikan' sebanyak mungkin, kalau kita mendengarkan dan melaksanakan perintahNya. 'Tiada yang mustahil bagiNya'. 

Kiranya pengalaman murid yang dikasihiNya juga menjadi pengalaman dan konsep hidup kita yakni mau terus-menerus merasakan kasih Allah, Allah sungguh-sungguh memperhatikan kita. Hanya hati dan budi yang sadar akan dirinya sebagai yang 'diciptakan sesuai dengan gambarNya' dan peka akan kehadiran sang Ilahi dapat berseru: 'Itu Tuhan' dalam segala peristiwa hidup kita.

Semoga peristiwa Paskah yang baru dan sedang kita rayakan ini semakin memupuk iman kepercayaan kita, dan membuat diri kita semakin berani berserah diri kepadaNya. Sebab  "Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat" tegas para Rasul dalam bacaan pertama tadi. Dialah "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!".

Dan semoga kesetiaan kita memampukan dan mengkondisikan kita kelak ikutserta bersama "semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya,  yang melambungkan pujian: bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!".

Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening