Minggu Paskah IV, 25 April 2010

Hari Minggu Panggilan

Kis 13: 43-52  +  Mzm 23  +  Yoh 10: 27-30

 

Dalam relasi kepemilikan dan  kebertangungjawaban, tampaknya dunia penggembalaan tetap menjadi model utama dalam menjalin relasi. Seorang  gembala memang berjuang sungguh menjaga dan menjaga domba-domba peliharaannya; mereka bahkan berani mempertaruhkan nyawa berhadapan dengan gerombolan serigala liar dan buas, guna keselamatan dan utuhnya kawanan domba mereka; sebaliknya mereka selalu mencari dan mencari daerah subur, agar domba-domba dapat merumput di tanah yang hijau. Semuanya dilakukan demi domba-dombanya. Kawanan domba adalah hidupnya.

Gambaran yang mudah kita cerna ini kiranya dapat memberikan pemahaman kepada kita bagaimana karya penggembalaan yang dilakukan Yesus sang Gembala Agung. Bagi gembala yang baik, suara panggilannya selalu didengarkan domba-dombanya, dan hal ini disadari oleh Yesus bahwa domba-dombaNya mendengarkan suaraNya, Ia menegaskan: "domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku", dan memang banyak orang hari demi hari yang mengikuti Dia.

Mengapa banyak orang mengikuti Dia? Karena Yesus selalu menjaga dan melindungi mereka, bahkan Ia memberi kehidupan kekal. Yesus berkali-kali menegaskan hal ini, kataNya: "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku". Itulah memang kehendak Bapa. 'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'.

Dan Yesus memberi jaminan bahwa semuanya akan terjadi karena Bapa itu Penguasa hidup, tidak ada yang lain. "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu". Ia mempunyai hak sepenuhnya untuk mengatur umatNya.

Hari ini adalah hari Minggu Panggilan. Pada hari ini Gereja mengingatkan kepada kita bahwa Kristus tetap melanjutkan karya penggembalaanNya itu melalui orang-orang ambil bagian dalam tugas perutusanNya, yakni mereka yang menerima sakramen imamat. Kita patut bersyukur dan bersyukur, karena Tuhan Yesus tetap memperhatikan dan menggembalakan GerejaNya melalui karya pelayanan mereka. Kita mohon semoga karya penggembalaanNya melalui mereka semakin hari semakin kita rasakan.

Kedua, hendaknya kita berani mendoakan mereka para gembala agar mereka tetap setia pada tugas perutusanNya, sebab mereka semua itu mempunyai karuniaNya yang tersimpan bagaikan 'dalam bejana tanah liat' yang mudah pecah, dan mereka pun masih mempunyai hati insane. Kiranya kritik, saran dan nasehat juga amat kami perlukan agar karya penggembalaan itu semakin mampu dirasakan oleh banyak orang. Perkembangan dan kemajuan jaman menuntut jalinan komunikasi yang tepat guna antar para gembala dan kawanan dombanya.

Dan akhirnya, semoga Sang Pemilik tuaian semakin banyak mengirimkan para pekerjaNya ke kebun tuaian, sebab hanya dalam kehendak Dialah segalanya dapat terjadi dan tumbuh berkembang. Aku yakin kepadaNya, sebab 'Tuhanlah Gembalaku, tak' kan kekurangan aku'.

Yesus, Gembala yang Agung, satukanlah hati kami, agar kami semakin hari semakin mudah mendengarkan suaraMu, sebab Engkau menuntun aku di jalan yang tenang.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening