MINGGU PASKAH

4 April 2010

Kis 10:34-43  +  Kol 3: 1-4  +  Yoh 20: 1-9

 

"Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur". Kalau Lukas menceritakan beberapa perempuan yang pergi ke kubur pagi-pagi itu, sedangkan Yohanes mengatakan Magdalena pergi sendiri pergi ke kubur. Dia memang perempuan pemberani.

Melihat kenyataan seperti itu yakni batu penutup pintu kubur sudah tidak ada lagi, Maria segera "berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan". Ia belum melihat jenasah Yesus: ada atau tidak, ia hanya melihat batu tidak menutup lagi pintu kubur, ia langsung memberi kesimpulan bahwa jenasah Yesus diambil orang. Apa yang dikatakan Maria Magdalena memang sungguh-sungguh sebatas kemampuan pikiran manusia. Pikiran terus jalan ke mana dia suka tetapi tidak berdasarkan kenyataan! Inilah yang sering terjadi di antara kita.

Mendengar berita Maria Magdalena, berlarilah mereka berdua menuju makam dan melihat apa yang ada dan terjadi. Mereka "melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung". Tertatanya dengan rapi kain-kain ini menunjukkan: Yesus bangun dengan baik-baik, tidak ada kekerasan. Ia menuntaskan semua dengan baik dan sesuai rencana. Ia memang harus turun ke dunia orang mati dan bangun dari sana, sebab semuanya itu dilakukan hanya seturut Dia, Bapa di surge yang mengutusNya. "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku" (Yoh 6: 38). Semuanya terjadi sesuai dengan program Allah.

Apa tidak mungkin jenasahNya dicuri orang? Mungkin juga! Namun adakah peristiwa pencurian terlaksana dengan rapi dan teratur dan tanpa  meninggalkan bekas-bekas luka, tanpa kekarasan? Pencurian bisa diprogramkan, namun harus makan waktu yang amat singkat dan cepat. Lagipula kematian Yesus bukanlah peristiwa kematian 'seperti biasanya', banyak orang berduyun-duyun mengikuti rentetan panjang perjalanan salib dari rumah Pilatus; ada yang mencatat bahwa Ia jatuh sampai tiga kali, banyak yang mengejek dan mengolok-olok Dia, ada yang menghiburNya, ada yang berteriak-teriak histeris, bahkan menyalibkan Dia! Dan terlebih lagi, kalau memang jenasah Yesus dicuri orang, adakah dan mampukah kuasa manusia yang mampu mengubah dan membelokkan kehendak dan kemauan Allah? Adakah yang mampu mencuri Allah? Bukankah Yesus hanya menyerahkan nyawa dan menjadi  tebusan bagi banyak orang?

Melihat semua fakta yang ada dalam kubur itu, 'murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu percaya'. Percaya? Ya, dia percaya!   Karena  murid yang lain ini selalu mengamati dengan teliti, merasakan dengan hati dan mendalami apa yang sudah lama dinubuatkan oleh para Nabi; dan sepertinya hanya dia. Yohanes mencatat "selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati". Nabi Hosea pun telah menubuatkan bahwa: 'Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya' (Hos 6:2).

Bagi kita yang telah percaya kepadaNya, sangatlah tepat kalau kita semakin hari semakin percaya kepadaNya, karena memang perayaan Paskah mendatangkan rahmat, memperdalam iman dan harapan kita akan Dia sang Penguasa hidup yang menebus dan menyelamatkan kita sehingga kita boleh menikmati hidup bersama dengan Dia 'di mana Dia berada'.

Dan seperti murid yang lain yang dengan setia selalu mengamati, merasakan dengan hati dan mendalami apa yang sudah lama dinubuatkan oleh para Nabi, demikianlah hendaknya kita semakin setia mendengarkan sabdaNya melalui Kitab Suci;  semakin sering mendengarkanNya, kita semakin mengenal Dia.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami semakin mengenal Engkau dalam setiap langkah hidup ini. Tuhan, berkatilah kami selalu, sekarang dan selama-lamanya, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening