Rabu Paskah IV, 28 April 2010

Kis 12:24 – 13:5  +  Mzm 67  +  Yoh 12: 44-50

 

Membaca dan merenungkan Injil hari ini amat sulit memang, apalagi tanpa disertai keahlian khusus dalam bidang Kitab Suci. Namun begitu, amat menarik untuk kita lihat bersama, karena sabdaNya memberi kehidupan.

"Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku". Pernyataan Yesus ini tegas kali. Percaya dan melihat Dia berarti percaya dan melihat Dia yang mengutusNya. Sebab Yesus hanya melakukan kehendakNya, dan "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh 10: 30) tegas Yesus dalam Injil kemarin.

"Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan". Pernyataan Yesus ini memang mengingatkan kita semua bahwa Dia datang mengajak orang untuk selalu melakukan segala yang baik, menjauhi segala yang jahat, dan bahkan mengajak semua orang untuk menjadi murah hati sebagaimana Bapa di surge murah hati. Orang yang melakukan segala yang baik adalah anak-anak terang.

Lebih lanjut Yesus menegaskan: "jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman".

Firman yang mana? Bagaimana dengan mereka yang tidak termasuk kawanan dombaNya?

"Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku" tegas Yesus. Dengan demikian, yang menjadi hakim dari perbuatan setiap orang adalah seluruh atau semua firman atau sabdaNya, entah kita menyebut perintah-perintahNya atau ajaran-ajaranNya, karena memang Yesus hanya mengatakan segala yang dikehendaki dan diperintahkan Bapa, dan 'perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal'. Menolak perintahNya berarti menolak kehidupan kekal!

Keagungan Yesus Tuhan mengatasi segala. Dialah Allah Mahakasih yang menjadi manusia. Tidak ada kekuatan yang mengatasi, malahan Dialah yang mengatasi segalanya. KehadiranNya yang mengatasi dunia tak mampu dituliskan dan dirumuskan oleh kemampuan manusia. Kehadiran Allah tidak sebatas yang diceritakan dan diuraikan oleh tulisan-tulisan yang ada dalam Kitab Suci kita; 'masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini' (Yoh 20: 30); kitab ini 'dibatasi' kemampuan sang penginjil. Yesus Tuhan amat agung dan mulia tak dapat ditangkap dan dipahami, atau malahan sebatas akal budi dan pemikiran manusia. Karya PenyelamatanNya mengatasi kemampuan manusia atau 'kawanan domba'Nya; karya penyelamatan tidak diawali atau hanya melanjutkan garapan para muridNya, seperti yang diceritakan bacaan pertama tadi: 'khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka', sebab Yesus itu Allah Menyelamatkan.

Yesus, tumbuh dan kembangkanlah iman kepercayaan kami, dan buatlah kami setia mendengarkan sabdaMu agar kami dapat hidup dalam terang dan semakin mengenal Engkau.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening