Sabtu Paskah II, 17 April 2010

Kis 6: 1-7  +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21

 

Ketika "mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka". Sungguh wajarlah ketakutan mereka. Wajar? Yaw ajar, karena mereka melihat sesuatu yang di luar kemampuan dan perkiraan mereka: seorang manusia berjalan di permukaan air! Sungguh menakjubkan. Seorang manusia yang mengatasi hokum alam. Dialah Yesus: "Aku ini, jangan takut!". Ia menjumpai dan mendampingi mereka di tengah gejolak gelombang danau yang kuat dan besar. Ia tidak mau para muridNya tenggelam dimakan gelombang air.

Kalau kemarin kita diingatkan bahwa Kristus mampu memperganda roti, Ia mampu mengadakan mukjizat, kini Yesus menyatakan diri sebagai penguasa atas alam, Ia mengatasi hokum alam: Ia berjalan di atas air. Mengapa Gereja menempatkan bacaan ini di masa Paskah ini, apakah Gereja mengajak kita untuk bertanya : apakah kejadian ini yakni Yesus berjalan di permukaan air ini diingat sungguh-sungguh oleh para murid bahwa Yesus mengatasi hokum alam, sehingga pada waktu Paskah Dia datang pada waktu malam  dan pintu-pintu terkunci, mereka semua tidak merasa takut; apakah mereka semua pada waktu itu sadar sungguh bahwa Yesus mampu melakukan semuanya itu?

Berhadapan dengan Tuhan berarti berhadapan dengan Dia yang menakjubkan, Dia yang mampu melakukan segala-galanya, Dia yang berkuasa; dan pada masa Paskah ini, Dia tampil sebagai Pemegang dan Penguasa kehidupan. Namun keberkuasaan Yesus atas kehidupan ini tidaklah diperoleh karena kematian dan kebangkitanNya. Semenjak semula segala sesuatu diciptakan dalam Dia dan untuk Dia. Dia awal dan akhir. Semuanya ini menuntut perhatian penuh dari setiap orang bila memang mau berhadapan dengan Dia; perjumpaan dengan Dia Empunya kehidupan tak mungkin dilakukan dengan sambilan, asal-asalan atau bila ada waktu luang dan bukannya perhatian utama, sebab Dialah Empunya kehidupan berarti Dialah Penentu hidup seseorang. Kiranya Paskah memberi semangat kepada setiap orang untuk memastikan diri mengikuti Dia sang Penentu kehidupan.

Pengalaman para murid dalam pembagian tugas sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama kiranya semakin meneguhkan kita semua agar berani memberi perhatian penuh dalam perjumpaan dengan Dia. "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudari, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman". Yesus sendiri pernah mengingatkan agar kita berani mencari KerajaanNya terlebih dahulu, maka yang lain akan ditambahkanNya.

Ya Yesus, Engkau berkuasa atas semesta alam. InjilMu hari ini mengingatkan kami bahwa kami sering bertindak seenaknya dalam menggunakan dan memanfaatkan alam, kami mau menikmatinya tetapi malas dalam merawatnya. Ya Yesus, ajarilah kami menikmati alam semesta alam ini dengan sebaik mungkin dan bertanggungjawab, kiranya penggunaan semesta yang kurang bertanggungjawab menjadi kesadaran kami bahwa semua itu berarti perlawanan diri dengan Engkau sendiri. Yesus, bantulah kami selalu dengan rahmatMu agar kami berani perhatian penuh kepadaMu Penentu kehidupan ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening