Sabtu Paskah III, 24 April 2010

Kis 9: 31-42  +  Mzm 116  +  Yoh 6: 60-69

 

"Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?". Itulah komentar orang-orang yang mendengarkan Yesus pada waktu itu, terlebih mengenai daging dan darahNya, 'dagingKu sungguh makanan dan darahKu sungguh-sungguh minuman'. Bagaimana Dia ini dapat mengatakan semuanya ini? Bukankah Dia ini anak tukang kayu?

"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?" Yesus menantang mereka, tetapi mereka semua diam saja. "Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?" tegas Yesus. Ini berarti peristiwa kenaikan Dia ke surge akan terjadi secara lebih dashyat lagi dan menggentarkan banyak orang. Tegas Yesus: "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya".

"Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia". PerkataanNya sungguh-sungguh menggoncangkan iman banyak orang, mereka sangat sulit menerima perkataan Yesus. Mengikuti Yesus memerlukan kemauan dan penyerahan diri yang kuat.

"Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Tanya Yesus kepada para muridNya. Jawab Simon Petrus kepadaNya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah". Inilah kepercayaan para murid. Apakah mereka mengerti semua apa yang dikatakan Yesus, kemungkinan besar tidak! Namun iman yang benar tidak bertumpu pada kemampuan otak dan akal budi; akal budi hanyalah sekedar sarana bantu dalam mengenal Tuhan. Pengenalan akan Tuhan yang sejati dan menyelamatkan hanyalah karena iman.

Iman yang sejati juga bukan karena melihat atau adanya aneka mukjizat yang terjadi. Pengalaman para murid sebagaimana diketengahkan dalam bacaan pertama tadi, juga tidak jarang terjadi sekarang ini. Namun apakah kita hanya percaya kepada Tuhan karena mukjizatNya? Seringkali malahan Yesus mengajak kita umatNya berhadapan dengan malam gelap dalam mengikuti Dia; memanggul salib kehidupan yang seringkali tidak hanya dalam waktu hitungan tangan, ataupun kita harus menghadapi 'perkataan-perkataan keras' daripadaNya yang menantang kita.

Yesus, teguhkanlah iman kami dalam mengikuti Engkau, terlebih ketika kami berjalan seorang diri dan berada dalam tanjakan kehidupan. Tuhan Yesus, bantulah kami yang mudah lelah ini. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening