Sabtu Paskah IV, 1 Mei 2010

Kis 13: 44-52  +  Mzm 98  +  Yoh 14: 7-14

 

"Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku,…. dan bahwa Bapa yang mengutus Aku". Itulah penegasan Yesus kepada para muridNya dalam Injil beberapa hari yang lalu. Hari ini Yesus mengulang kembali penyataanNya kali lalu, walau dalam cara pengungkapan maksud yang berbeda, namun sangat jelas artinya, kataNya: "sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia".

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami", komentar Filipus mendengar penyataan itu spontan.

Mendengar komentar itu, apakah Yesus geleng-geleng kepala? Tidak diceritakan memang. Namun Yesus memberi jawaban: "telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami".

Lebih lanjut Yesus mengatakan: "tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya". Yesus sungguh-sungguh menegaskan siapakah diriNya: Dialah Allah yang menjadi manusia! SabdaNya ini tidak cukup hanya kita pahami sepaham kemampuan akal budi, sebab akal budi tidak akan sampai ke sana; soal 'roso' (Jw.), akal budi tidak mampu mengertinya dengan tepat, terlebih kita sebagai ciptaan berhadapan dengan sang Pencipta sendiri.

Kendati demikian, setiap orang tetap diundang dan diundang untuk berani mendekatiNya dengan iman kepercayaan yang telah ditaburkanNya. "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri".  Malahan: "Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu". Iman kepercayaan mampu membuat tanda-tanda seperti yang dikerjakan Yesus, bahkan lebih dari itu. Di tempat lain Yesus mengatakan: " Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu" (Mat 17: 20). Iman kepercayaan adalah kekuatan yang luar biasa dalam hidup manusia.

Kiranya atas dasar inilah, Gereja juga terpanggil untuk mewartakan kabar keselamatan itu kepada semua orang. Pewartaan sabda keselamatan akan semakin diterima dan dinikmati oleh banyak orang bila dibahasakan dalam karya bakti, tindakan dan perilaku sosial yang menyenangkan hati, dan pewartaan itu tidak memandang muka, sebagaimana kehendak Tuhan sendiri agar semua orang selamat. Keberanian para murid dalam bacaan pertama tadi kiranya menjadi gambaran yang mewajibkan kita untuk mewartakan keselamatan agar mereka percaya kepadaNya.

Dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi". Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Ya Tuhan Yesus, Engkau membawa Bapa ke tengah-tengah kami, karena kami memang adalah putera-puteriNya, walau kami sering kurang menyadarinya. Semoga pewartaan InjilMu hari ini membuat kami semakin percaya kepadaMu. Tuhan, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening