Selasa Paskah III, 20 April 2010

Kis 7: 51-60  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35

 

"Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?" komentar orang-orang sekitar Yesus. Kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu dapat menjadikan orang tersebut dipercayai sesamanya, diakui sebagai guru atau nabi, minimal ia akan mempunyai banyak pengikut. Kemampuan dan pekerjaan semacam itulah yang dituntut orang-orang Yahudi dari Yesus. Apakah mereka semua sudah lupa bahwa Yesus baru saja mempergandakan roti? Apakah mereka masih belum percaya kepadaNya? Kemungkinan besar mereka masih ingat! Namun Dia ini masih kalah hebat dengan Musa yang mampu menurunkan roti dari surge, bukan hanya sekali, melainkan ribuan kali, karena memang orang-orang Israel makan manna dalam tenggang  waktu yang cukup lama di tengah perjalanan di padang gurun. Musa masih lebih hebat dari Dia ini, karena itu kami lebih percaya kepada Musa daripada kepada Dia.

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga" tegas Yesus. Musa malahan disuruh Tuhan Allah untuk memberitahukan bahwa Allah akan menyediakan roti yang turun bagaikan kerak kapas itu. "Roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia", tambah Yesus. Ucapan ini sungguh-sungguh menarik perhatian mereka semua, sebab roti yang diberikanNya akan memberikan kehidupan. Pandangan mereka beralih, dari manna yang dahulu di jaman Musa beralih pada 'roti baru' yang baru disampaikan Yesus itu. Karena itu, "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa", kata mereka.

"Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" tegas Yesus.

Datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya adalah benar-benar makanan yang harus dinikmati oleh orang yang ingin beroleh kehidupan. Sebagaimana fisik seseorang dapat hidup dan berkembang karena makanan dan minuman, demikian juga orang dapat menikmati kehidupan abadi kalau dia berani datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya. Datang dan berserahdiri kepada Yesus adalah kewajiban seseorang yang memang sungguh-sungguh ingin beroleh kehidupan, sebab memang 'manusia hidup tidak hanya bergantung pada roti saja'.

Kapan itu terjadi? Bila kita mengambil waktu untuk berdoa kepadaNya dan berbicara kepadaNya. Sebab doa, apapun bentuk pengungkapannya, adalah ungkapan seseorang yang percaya kepadaNya dan mau menyerahkan dirinya untuk diperintah olehNya.

Semoga kelahiran baru kita dalam sakramen baptis yang mengamini Paskah Kristus semakin memperteguh kita dalam perjuangan hidup, berjuang untuk semakin yang semakin mapan, bukan hanya dalam kemapanan sekarang ini, melainkan juga untuk makanan yang membawa hidup kekal.

Ya Yesus, perbaharuilah hidup kami agar semakin hari semakin setia kepadaMu, demikian juga agar semua orang semakin merindukan makanan yang tidak dapat binasa, malahan membawa kami kepada hidup kekal. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening