Selasa Paskah IV, 27 April 2010

Kis 11: 11-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

Kehadiran Yesus memang membawa kegoncangan social, religious dan politik. Sebab memang Israel tengah mengharapkan kedatangan seorang Mesias yang membawa kemenangan dan pembebasan bagi Israel; Dia akan datang. Dia adalah Elia yang diutus Allah. Itulah yang memang dinubuatkan oleh para Nabi. Dan kini yang mereka hadapi adalah sesosok manusia yang wibawa dan penuh kuasa, Ia mampu mengadakan mukjizat dan Ia tidak takut kepada siapapun. Banyak orang memanggil Dia Guru, dan banyak orang mengikutiNya. Sepertinya Dia ini sungguh-sungguh Mesias, tetapi Dia tidak pernah menyatakan dan menyebut diri Mesias!

"Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami", tantang orang-orang Yahudi yang mendambakan kepastian.

"Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku" tegas Yesus. "Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku".

Memang Yohanes Pembaptis pernah memberi kesaksian tentang Dia, Yohanes menegaskan: "aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yoh 3: 28-30). Keterangan Yohanes ini memang dengan jelas mengatakan bahwa dia bukan Mesias, dan Dia yang adalah Mesias itu sudah datang, karena itu 'sekarang sukacitaku itu penuh', 'membuka tali sandalNya pun aku tidak layak'.

Yohanes pun mengajak semua orang percaya kepadaNya, bukan kepada dirinya. Ia melanjutkan kesaksiannya: "Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya" (Yoh 3: 35-36).

Karya ilahi atau pekerjaan yang dilakukan Yesus memang tidak mampu meluluhkan kehendak dan kebebasan setiap manusia! Bukannya Yesus tidak mampu membalik semua itu, tetapi Dia membebaskan mereka semua untuk memilih dan bertindak. Dalam karya penyelamatan, Allah mengundang setiap orang untuk ambilbagian secara aktif. Di sinilah: betapa luhur dan agungnya iman kepercayaan itu. Iman adalah jawaban bebas seorang manusia, sekaligus adalah anugerah Allah, sebab 'tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku'.

Ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka yang mendengarkanNya sudah menjadi kesadaran yang mendalam. Yesus tahu semua itu dengan baik, maka Ia menegaskan: "kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku".

Karya pewartaan para murid merasakan sungguh penyertaan Tuhan Yesus, sebab banyak orang percaya dan bertobat kepadaNya, yang semuanya ini sebagai berkat belaskasih dan karuniaNya sendiri. Diceritakan dalam bacaan pertama tadi: "ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan".

Kita semua bukanlah orang-orang yang bimbang dan gelisah terhadap Yesus, sebab kita adalah orang-orang yang percaya kepadaNya, kita adalah orang-orang kawanan dombaNya. Namun tentunya keberanian untuk semakin hari semakin percaya kepadaNya dan mengikutiNya perlu terus-menerus ditumbuhkembangkan, sebab iman dan kepercayaan kepadaNya mengantar setiap orang kepada kehidupan.

Demikian juga, hendaknya kita berani terus berharap dan berharap agar Tuhan Yesus Kristus semakin melimpahkan benih-benih keselamatan kepada semua orang, sebagaimana kehendak Bapa sendiri agar semua orang tidak hilang, melainkan beroleh selamat. Kiranya semakin menjadi kesadaran bersama bahwa setiap orang terpanggil untuk hanya memfokuskan diri pada pewartaan keselamatan ilahi, dan bukan yang lain, sebab hanya dalam Tuhan Allah ada keselamatan.

Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami dan teguhkanlah kami selalu dalam perjalanan hidup kami, terlebih bila kami berada di tengah jalan yang berlekak-lekuk dan mendaki. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening