Senin dalam Oktaf Paskah, 5 April 2010

Kis 2: 14.22-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15

 

Dalam Injil Mateus, yang pergi ke makam pagi-pagi hari ada dua orang perempuan: Maria Magdalena dan Maria yang lain; di kubur mereka berjumpa malaikat Tuhan yang menegaskan kepada mereka: "janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya". Mereka berdua begitu yakin akan perkataan kedua malaikat itu, dan mereka percaya sungguh, karena memang mereka yakin bahwa tak mungkin para malaikat itu berbohong.

Kedua perempuan itu kembali dan hendak memberitahukan semuanya tadi kepada kepada para murid Yesus. Mereka bergembira karena sepertinya mereka diingatkan kembali oleh para malaikat itu akan apa yang pernah dikatakan Yesus sendiri. Namun di tengah perjalanan Yesus sendiri menemui dan menyapa mereka: "salam bagimu". Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Dan kata Yesus kepada mereka: "jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku".

Semuanya ini, yakni kebangkitanNya dari alam maut karena memang kehendak Allah sendiri. Hal ini ditegaskan Petrus dalam bacaan pertama tadi menantang para pembunuhNya bahwa: "Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi".

Kini Yesus sendiri akan membuktikan diriNya bahwa Ia telah bangkit dari alam maut, Ia hidup; mengapa di Galilea? karena memang Galilea adalah tempat tinggal dan karya mereka. Dan ada sesuatu yang menarik: Yesus menyebut para muridNya sebagai saudara-saudaraNya. Mengapa Maria tidak disebut? Apakah Yesus akan memberitahukan secara khusus kepadanya? Atau karena ada kemungkinan pasti bahwa mereka para saudaraNya itu akan mengajak Maria, yang memang sudah dianggap mereka sebagai ibu mereka sebagaimana penyerahan Yesus sendiri kepada murid-muridNya? Tentunya Maria juga amabil bagian dalam karya perutusanNya!

Yesus akan membuktikan keberadaanNya bahwa memang Ia hidup. Namun mereka yang 'bersalah', dan yang hanya berpikir seputar dan setingkat dirinya sebagai manusia yang terbatas, berkata-kata lain. Mereka sepakat: "kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa". Mereka jauh dari kebenaran, mereka adalah markus! Sebab "mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka".

Kubur kosong bukanlah bukti kebangkitan Yesus; Yesus sendiri akan membuktikan diriNya bahwa Ia hidup. Ia tidak memerlukan kesaksian manusia, kehidupan 'kembali' Dia sendiri memberi kesaksian tentang Dia. Karena itu, kontak dan komunikasi dengan Dia yang hidup itu secara terus-menerus akan memberi kesaksian dan meneguhkan diri kita sendiri bahwa Dia memang hidup. Kita dapat semakin mengenal bahwa Dia tetap hidup, kalau kita selalu berkomunikasi dengan Dia sendiri. Kesaksian Dia sendiri yang menguatkan kita, dan bukannya kesaksian-kesaksian yang lain.

Ya Yesus buatlah kami semakin percaya kepadaMu, dan selalu berkata tentang kebenaran dan segala yang benar. Yesus, bantulah kami dengan Roh Kudus, Roh KebenaranMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening