Senin Paskah IV, 26 April 2010

Kis 11: 1-11  +  Mzm 2  +  Yoh 10: 1-10

 

Dalam Injil tadi Yesus mengetengahkan seorang gembala yang baik, yang dikenal oleh domba-dombanya. Gembala yang baik selalu memanfaatkan pintu yang ada. Apa ada seorang gembala yang tidak memanfaatkan pintu? Yang jelas: "siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok". Yesus adalah Gembala yang baik. Ia mengajak dan mendampingi umatNya dengan baik dan bertanggungjawab. Ia tidak pernah merebut domba-domba dari gembala-gembala  lain. Ia malahan memberi wacana baru tentang kehidupan, sebab Ia datang dan menawarkan kehidupan baru: hidup bersama dengan Dia. Yesus menegaskan: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

Selain menegaskan diri sebagai Gembala, Yesus menyatakan bahwa diriNyalah Pintu, sebuah pintu yang mengarahkan ke tempat yang nyaman, yang menyenangkan domba-domba, sebab memang itulah dambaan kawanan domba. Karena itu, Yesus menyatakan: "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput".

Kiranya perlu kita renungkan bersama: sejauhmana kita berani membuka Pintu kehidupan ini? Membuka Pintu berarti hidup bersama dengan Dia yang mengantar kita kepada wacana kehidupan yang selalu baru yang selalu menebarkan 'padang rumput' yang selalu menghijau. Apalagi Dia tidak hanya menyebut  Pintu yang membukakan diri, Ia juga menjadi Jalan kepada kehidupan itu, sebab memang 'Akulah Jalan dan Kehidupan'. Ia tidak hanya mengawali, Ia juga menyertai dan mendampingi.

Petrus dalam bacaan pertama telah dipakai Allah sendiri untuk membuka kehidupan baru yang sulit dimengerti orang-orang sekitarnya, yang merasa hanya merekalah yang boleh mengalami keselamatan, yakni bahwasannya orang-orang di luar mereka juga boleh mendengarkan sabda kehidupan. Petrus menerangkan dan menerangkan bahwa semuanya ini adalah kehendak Allah: Allah menghendaki agar semua orang beroleh keselamatan. "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup".

Kiranya hal yang paling mudah dan sederhana untuk menjadi perilaku kehidupan kita sehari-hari adalah setiakah kita keluar masuk melalui sang Pintu? Kesetiaan kita mengawali segala kegiatan dan mengakhirinya dengan doa adalah wujud nyata bahwa kita dengan setia keluar masuk melalui sang Pintu kehidupan. Ingat akan kehadiranNya akan membuat diri setiap orang melalui Pintu yang akan mengantar ke padang rumput yang menghijau; melalui sang Pintu berarti mengikutsertakan dan melibatkan Dia dalam segala peristiwa kehidupan kita.

Yesus, Engkaulah Gembala yang baik, tuntunlah kami dalam setiap langkah hidup kami; dan buatlah kami setia keluar masuk melalui pintu yang telah Engkau sediakan bagi kami yakni diriMu sendiri. Tuhan, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening