Hari Raya Pentakosta, 23 Mei 2010

Kis 2: 1-11  +  Rom 8: 8-17  +  Yoh 14: 15-16.23-26

 

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu' (Luk 10: 27). Itulah pesan Injil agar kita mengasihi Tuhan Allah.

Mengapa kita harus mengasihi Tuhan Allah? Agar kita beroleh keselamatan, agar kita tinggal dan berada bersama Yesus, di mana pun Dia berada, sebab Ia telah terlebih dahulu mengasihi kita umatNya. Dan terlebih-lebih seperti yang dikatakan Injil hari ini, "jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia". Allah tinggal dan berdiam dalam diri kita, bila kita sungguh-sungguh mengasihi Kristus. Inilah anugerah yang luar biasa hebatnya, bukan sekedar karunia dan anugerah-anugerahNya yang diberikan kepada kita, tetapi Diri dan Hidup Tuhan Allah sendiri! Paulus merasakan hal itu, maka dia berani berkata: 'memang aku hidup, tetapi bukan aku yang hidup dalam diriku, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku'.

Inilah tanda orang yang mengasihi Tuhan, kata Yesus: "jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku", sebaliknya "barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku". Penyataan Yesus sungguh tegas; bagaimana mungkin orang tidak mempunyai hati pada seseorang akan mendengarkan suara dan melakukan permintaannya; hanya orang yang mempunyai hati akan melakukan segala sesuatu yang diminta sang kekasihnya. Demikian orang yang mengasihi Yesus akan 'menuruti segala perintah'Nya. Kitab Suci dan Injil adalah sabda, perintah dan kehendak Yesus Tuhan sendiri. Kesetiaan seseorang melaksana perintah-perintahNya ditampakkan dalam kerajinan seseorang membaca Kitab Suci dan melaksanakannya, karena memang kita diajak bukan hanya sebagai pendengar sabda, melainkan pelaku-pelaku sabda.

Yesus pun menjamin akan mendampingi setiap orang untuk memahami, mempelajari dan mengenal Kitab Suci, firmanNya. Dalam Injil tadi Yesus menegaskan: "Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu". Apa yang telah dikatakan Yesus telah tersurat dalam Kitab Suci, dan Roh Kudus akan mendampingi setiap orang yang mempelajari dan memahami Kitab Suci.

Dan lebih dari itu orang yang mau dibimbing oleh Roh Kudus Allah, ia tidak hanya beroleh bantuan dalam membaca dan mengenal Kitab Suci, ia juga beroleh rahmat baru yakni sebagai "anak Allah", "dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,  yakni dipermuliakan bersama-sama dengan Dia". Semuanya adalah karena kasih Kristus yang memperbaharui dan menebus dunia. "Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu", yang semuanya itu kita terima dengan cuma-cuma dan juga "jika kita mau menderita bersama-sama dengan Dia".

Secara 'cuma-cuma', karena semuanya itu terjadi atas kehendak dan kasih Allah dalam diri Yesus Kristus dan bukannya karena jasa-jasa kita, namun kiranya kita tetap diajak untuk berani menyangkal diri dan memanggul salib kehidupan kita sehari-hari, maka Paulus tadi tetap mengingatkan kita agar 'mau menderita bersama-sama dengan Dia' sang Empunya kehidupan.

Inilah makna kehadiran Roh Kudus, Roh Kristus sendiri, Roh Allah yang hidup. Ada banyak tanda memang seseorang yang mau dipimpin oleh Roh Kudus! Injil hari ini menegaskan kemauan seseorang dibimbing Roh Kudus, sang Penghibur adalah kesetiaan seseorang dalam mendengarkan firmanNya, membaca Kitab Suci, sebab orang yang 'menuruti firman-Ku adalah orang yang mengasihi Aku', dan terhadap orang seperti inilah 'Dialah akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu'. Tanda nyata orang yang mau dibimbing Roh Kudus adalah orang yang rajin membaca Kitab Suci dan melaksanakannya.

Kedua, orang itu mempunyai keyakinan dan pengharapan yang kuat akan akhir jaman, saat Yesus akan menyatakan diri denga membawa mahkota abadi dan menjemput semua orang yang berkenan kepadaNya, orang yang percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Sebab 'jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu'. Ia yakin sungguh-sungguh, maka ia tidak takut melangkahkan kaki ke depan, segala tantangan dan rintangan siap dia hadapi, bahkan derita, sakit dan kematian, sebab Dia akan menghidupkan tubuhnya yang fana kepada kehidupan kekal. 'Dia yang memberi, Dia yang mengambil, terpujilah selama-lamanya!'.

Ketiga, Roh Allah selalu hadir dan mengawali segala karya pelayananNya. Yesus sendiri mengawali karyaNya setelah Allah Bapa menegaskan siapakah diriNya dalama kuasa Roh Kudus. Pada waktu itu 'sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (Mat 3: 16-17). Demikian juga waktu Yesus mengutus para muridNya, Ia bersabda: 'damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:  terimalah Roh Kudus' (Yoh 20: 21-22). Begitu pula berdirinya Gereja perdana diawali dengan kehadiranNya dalam rupa lidah-lidah api sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi: pada saat itu 'tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya'. Lidah-lidah api adalah tanda lidah-lidah pewartaan akan kasih dan keselamatan Allah.

Ya Bapa, ajarilah diri kami untuk menerima pimpinan dan bimbinganMu melalui kuasa Roh Kudus Allah, agar kami semakin berani mendengarkan sabda PuteraMu dan melaksanakannya, terlebih lagi untuk menikmati kehidupan kekal yang telah Engkau berikan kepada kami dalam diri Yesus Kristus PuteraMu, karena kami adalah anak-anakMu, putera-puteri kesayanganMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening