Jumat Paskah V, 7 Mei 2010

Kis 15: 22-31  +  Mzm 57  +  Yoh 15: 12-17

 

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu" pinta Yesus. Yesus tidak hanya mengajarkan bagaimana harus berdoa yang benar, Ia juga mengajarkan dan meminta supaya semua orang yang percaya kepadaNya berani mengasihi sesamanya, bukan saja seperti seperti mengasihi diri sendiri, melainkan lebih dari itu, yakni seperti 'Dia mengasihi kita'.

KasihNya itu yang bagaimana? Kasih Kristus itu adalah kasih yang memberikan nyawa. Ia telah mengasihi umatNya dengan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya". Yesus tidak menyuruh kita untuk memberikan nyawa, Yesus tidak menyuruh kita menjadi martir, Yesus meminta kita untuk mengasihi sesame, pengorbanan nyawa hanyalah sebuah resiko orang yang harus memanggul salib kehidupannya; kasih mengatasi segala-galanya, sebab 'sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku' (1Kor 13: 3). Mengasihi sesame adalah perintah Yesus kepada kita semua, dan "kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu".  

Kita adalah sahabat-sahabatNya kalau kita melakukan perintahNya, namun juga jauh-jauh sebelumnya Kristus juga melihat kita sebagai sahabat-sahabatNya, karena Ia telah menyampaikan kepada kita semua kehendak BapaNya. 'Aku datang hanya untuk melaksanakan kehendak Dia Bapa yang mengutus Aku, dan Aku tidak berkata-kata atas diriKu sendiri, apa yang Kudengar dari Bapa itulah yang Kusampaikan kepadamu'. Segala yang dimiliki Yesus telah disampaikan kepada kita sahabat-sahabatNya, karena itu Ia menambahkan: "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku".

Semuanya ini adalah kemauan Yesus, maka Ia menegaskan: "bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu". Dialah juga yang menentukan.

Dengan kematian dan kebangkitan Kristus, kita diajak dan diundang menjadi putera-puteri Bapa di surge, menjadi anak-anak Allah, menjadi sahabat-sahabatNya dan murid-muridNya. Yesus merendahkan diri agar  anak-anak manusia ditinggikan. Kendati demikian, Yesus mengajak kita semua untuk mewujudkan diri keluhuran sebagai anak-anak Allah dengan berani mengasihi satu sama lain. Allah menjadi manusia dan mengasihi kita semua, demikian juga hendaknya kita semua. 'Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'.

Yesus Kristus, tumbuhkembangkanlah semangat kami untuk mengasihi sesame, kami ingin menjadi sahabat-sahabatMu yang setia. Yesus berkatilah kami selalu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening