Kamis, 13 Mei 2010

Hari Raya Kenaikan Yesus Tuhan

Kis 1: 1-11  +  Ef 1: 17-23  +  Luk 24: 46-53

 

"Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga" tegas Yesus kepada para muridNya, dan semuanya itu telah dijalani oleh Yesus: Ia telah menderita, disalibkan, wafat, dimakamkan dan bangkit dari kubur. Dan barangsiapa mau menjadi pengikutNya, ia harus menyangkal diri, memanggul salib dan mengikutiNya. Inilah rumusan yang diberikan Yesus kepada semua orang yang mau mengikutiNya. Ia telah datang ke dunia dan melaksanakan kehendak Bapa demi keselamatan manusia, dan Ia menghendaki agar semua orang ikut berperan aktif di dalam karya penyelamatan ini.

'Berperan aktif di dalam karya penyelamatan'? Ya, hendaknya setiap orang mau menikmati keselamatan itu, hendaknya setiap orang mau diselamatkan, sebagaimana keinginan mereka yang ingin selamat dan beroleh hidup kekal. Dan memang terjadi suatu pertemuan kehendak dan kemauan yang benar-benar tepat: Allah mau menyelamatkan manusia dan manusia sendiri ingin beroleh keselamatan. Hanya saja kecenderungan inderawi manusia ini amatlah kuat, kecenderungan yang ingin mencari kepuasan diri amat mengakar dari diri setiap orang. Tidak dapat disangkal memang, bahwa setiap orang mempunyai keinginan untuk berbuat baik kepada orang lain, ada kecenderungan untuk bisa berguna dan membantu orang lain, kecenderungan ini ada dalam diri setiap orang. Itu baik! Namun di lain pihak ia juga mau menyenangkan diri sendiri: ia ingin kaya bukan dengan bekerja, tetapi dengan mencuri barang orang lain; ia irihati akan keberhasilan orang lain, kemudian ia memfitnahnya. Bila tindakan-tindakan ini dilakukan berarti dia tidak berperan aktif dalam karya keselamatan, karena ia melakukan sesuatu yang berlawanan dengan realitas selamat itu sendiri. Berperan aktif dalam keselamatan berarti tidak melakukan kecenderungan-kecederungan yang menyenangkan diri tadi, malahan sebaliknya ia berusaha sungguh-sungguh bisa dan mampu berbuat baik dan berguna bagi sesame.

'Berperan aktif di dalam karya penyelamatan' sebagaimana Allah telah mengasihi inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus. Inilah pemurnian; inilah pentobatan sebagaimana dikatakan Injil hari ini juga: "berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem". Dengan bertobat dan pengampunan dosa berarti seseorang diajak ambil bagian dalam karya keselamatan, meninggalkan manusia lamanya dan hidup sebagai manusia baru, manusia yang berani mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakan, manusia yang berani hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Itulah pesan Yesus sebelum Dia terangkat ke surge. Sesudah menyampaikan pesanNya tadi, "Ia lalu memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga" dan "mereka para muridNya sujud menyembah kepada-Nya". Mereka berlutut menyembah karena mereka berhadapan dengan Tuhan sang Raja, sebab "tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yoh 33: 13).

Dalam bacaan pertama tadi diceritakan: "ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga".

Apa yang dikatakan para malaikat ini memang seperti yang dikatakan Yesus sendiri bahwa Ia akan datang kembali dan menjemput semua orang yang percaya kepadaNya. "apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada" (Yoh 14: 3). Suatu janji yang indah bahwa semua orang yang percaya kepadaNya akan diajak bersama dengan Dia dalam kemuliaanNya, semua orang akan diajak naik ke surge mulia. Sebab 'tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup' (Yoh 14: 6).

Apa yang dapat kita buat dengan kenaikan Yesus ke surge? Kita tingkatan kepercayaan dan harapan kita akan keselamatan, sebab Ia telah naik ke surge untuk menyiapkan tempat bagi kita dan akan mengajak kita tinggal bersama dengan Dia dalam KerajaanNya yang mulia. Dalam penantianNya inilah, kiranya kita mohon dengan setia mendengarkan bisikan Roh Kudus. Sebagaimana ajakan Paulus dalam bacaan kedua tadi: semoga 'Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya".

Ya Yesus, Engkaulah Putera sulung kebangkitan, dan Engkau telah mendahului kami menikmati kemuliaan di surge. Semoga hati dan budi kami semakin terarah kepadaMu, dan semakin setia dan taat merindukan dan merindukan kemuliaan kekal di surge, dan kami, juga semua orang, agar berani menyembah Engkau dalam segala peristiwa kehidupan kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening